Politik

Isu kudeta, SBY hanya minta dikasihani

Selasa,  19 Maret 2013  −  16:17 WIB
Isu kudeta, SBY hanya minta dikasihani
Din Syamsuddin, (SINDOphoto).

Sindonews.com - Isu kudeta yang dikabarkan akan terjadi terhadap Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai hanyalah isu yang mengada-ada.

Hal itu dikatakan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Menurut Din, pernyataan SBY soal isu kudeta itu, dia menilai jika SBY hanya ingin dikasihani oleh rakyatnya.

"Saya kira SBY mengada-ada. Dan karena sudah berulang kali, saya pikir rakyat Indonesia sudah tidak peduli. Bahkan dari sisi ilmu psikologi, tindakan SBY tersebut merupakan gejala orang yang ingin dikasihani. Sehingga cenderung menciptakan kondisi ketertindasan supaya orang lain kasihan dan akhirnya memunculkan dukungan," ujar Din usai meresmikan Gedung Multiguna di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, Selasa (19/3/2013).

Pria yang berasal dari Nusa Tenggara Barat ini menegaskan, tindakan SBY yang mengutarakan akan adanya kudeta, merupakan tindakan yang tidak baik dan menjadi budaya yang tidak baik bagi generasi seterusnya.

"Menjadi seorang pemimpin jangan suka mengeluh, apalagi sampai sering merasa terancam atau menyampaikan rasa keterancamannya," tandasnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengeluarkan pernyataan menarik melalui akun twitter-nya, menanggapi berbagai isu yang berkembang. Kali ini, Anas menyinggung masalah harga bawang putih dan bawang merah yang membumbung tinggi belakangan ini.

"Urus bawang lebih utama ketimbang urus rumor kudeta #pesanemak," ujar Anas lewat akun twitter @anasurbaningrum, Senin 18 Maret 2013.

Seperti diketahui, belakangan ini kabar santer menyebutkan bahwa akan ada aksi menggulingkan Pemerintah SBY-Boediono oleh sejumlah aktivis yang tergabung dalam Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI).

MKRI ini berencana akan menggelar aksi massa pada 25 Maret mendatang. Sebelumnya, MKRI melayangkan ultimatum pada Presiden SBY pada 20 Februari 2013 dengan batas waktu hingga 24 Maret 2013 mendatang agar melakukan nasionalisasi migas dan tambang, memprioritaskan penuntasan kasus korupsi besar seperti skandal bailout Century, BLBI, Hambalang, dan kasus lawas IT KPU.

Selain itu, MKRI juga menuntut pemerintah menghentikan liberalisasi impor, menurunkan harga bahan pokok, dan menghentikan segala bentuk kekerasan serta pelanggaran HAM. Sejumlah aktivis yang tergabung dalam MKRI ini diantaranya adalah Fuad Bawazier, Adhie Massardi, Boni Hargens, Harry Roesli, dan Ratna Sarumpaet.


(maf)

views: 3.868x

 

shadow