Hankam

SBY ingin tahu kronologi penembakan di Papua

Jum'at,  22 Februari 2013  −  16:42 WIB
SBY ingin tahu kronologi penembakan di Papua
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Ist)

Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin rapat terbatas membahas tindakan penyerangan brutal yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua.

Presiden SBY sengaja mempersingkat kunjungan kerjanya ke luar daerah, untuk mendengarkan langsung laporan perkembangan situasi di Papua, yang menewaskan delapan prajurit TNI itu.

"Saya ingin dengarkan lebih rinci tentang kegiatan sesungguhnya delapan orang prajurit TNI, saya ingin tahu persis apa yang terjadi. Terus terang, kejadian seperti ini sangat tidak kita harapkan," ujar SBY dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2013).

SBY menambahkan, penyerangan terhadap sejumlah prajurit TNI di Papua tersebut, mengganggu upaya pemerintah untuk menjaga situasi keamanan di Papua.

"Karena rakyat tahu, saudara di Papua tahu, pemerintah memprioritaskan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat untuk saudara kita di Papua," ungkapnya.

Seperti diketahui, terjadi dua penyerangan terhadap prajurit TNI oleh kelompok bersenjata pada Kamis 21 Februari 2013, kemarin. Penyerangan pertama terjadi pukul 09.30 WIT terhadap Pos Satgas TNI Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Serangan itu mengakibatkan seorang prajurit TNI Pratu Wahyu Bowo (anggota Satgas) tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Serangan diduga dilakukan oleh kelompok pimpinan Goliat Tabuni.

Serangan kedua terjadi pukul 10.30 WIT, di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Sebanyak 10 prajurit TNI anggota Kodim 1714/Puncak Jaya yang sedang dalam tugas dihadang dengan rentetan tembakan.

Akibatnya tujuh prajurit, yaitu Sertu Ramadhan, Sertu M. Udin, Sertu Frans, Sertu Edi, Praka Jojon, Praka Wemprik dan Pratu Mustofa gugur. Penyerangan diduga dilakukan oleh kelompok Murib.


(maf)

views: 1.368x

 

shadow