Politik

Rekam jejak Anis Matta

Jum'at,  1 Februari 2013  −  15:18 WIB
Rekam jejak Anis Matta
Anis Matta. (dok.istimewa)

Sindonews.com. Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya resmi menunjuk Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengisi posisi jabatan yang ditinggal Luthfi hasan Ishaaq. Anis ditunjuk menjadi Presiden PKS melalui rapat dewan pimpinan tingkat pusat di Kantor DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Siapa sebenarnya Anis Matta dan bagaimana sosoknya? Berikut profil singkat Wakil Ketua DPR ini.

Anis Matta lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 28 September 1968. Masa kecil hingga masa remajanya dihabiskan di Bone. Anis menempuh pendidikan di SD Inpres Welado kemudian di lanjutkan ke SMP Darul Arqam. Tahun 1986, ia melanjutkan pendidikan di SLTA Darul Arqam.

Setamatnya dari bangku SMA, Anis melanjutkan pendidikan di LIPIA tahun 1992. Ia juga pernah mengecap pendidikan di KSA IX Lemhanas tahun 2001.

Bagi aktivis masjid kampus, nama Anis Matta tentu tidak asing lagi. Selain  dikenal sebagai aktivis partai politik,  juga dikenal sebagai penulis yang cukup produktif dalam menelurkan karya. Karya-karyanya tersebar dibeberapa media Islam seperti Saksi, Tarbawi, Ummi dan Suara Hidayatullah. Karya-karya yang tercecer diberbagai media Islam tersebut sebagian besar telah dikumpulkan menjadi sebuah buku,
 
Pria bernama lengkap Muhammad Anis Matta ini sangat mencintai buku. Hobi membaca sudah dilakoninya sejak kecil. Pada musim liburan sekolah misalnya, jika anak-anak seusianya asyik bermain ia lebih suka menghabiskan waktunya dari pagi hingga malam dengan membaca.

Anis merupakan salah satu politisi muda berpengaruh dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kiprahnya di panggung politik nasional dimulai ketika terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2004-2009. Mantan Anggota Majelis Hikmah PP Muhammadiyah itu sebelumnya menduduki kursi Sekretaris Jenderal PKS dua periode berturut-turut yakni periode 2003-2005 dan 2005-2010.

Karir politiknya semakin cemerlang setelah ditunjuk mengisi posisi Wakil Ketua DPR berdasarkan Rapat Badan Pengurus Harian Dewan Pengurus Pusat PKS. Pengalamannya, baik sebagai anggota DPR maupun kiprah di internal PKS dianggap cukup mumpuni karena sudah beberapa periode menjadi Sekretaris Jenderal. Ia juga dianggap pribadi yang bersih, bebas dari masalah hukum.

Suami Anaway Irianty Mansyur itu juga pernah duduk di Majelis Hikmah PP Muhammadiyah. Dari pernikahannya dengan Anaway, Anis dikarunia tujuh orang buah hati.

Sebagai Wakil Ketua DPR RI, hal yang paling ia harapkan adalah adanya sumber daya infrastruktur yang kuat akan percepatan pembangunan. Ia mengusulkan jika infrastruktur itu dapat berupa perpustakaan semacam perpustakaan Kongres Amerika Serikat. Dengan adanya perpustakaan, yang diimpikannya terbesar di dunia, maka anggota DPR tidak perlu lagi melakukan banyak studi banding ke luar negeri sehingga negara bisa menghemat pengeluaran negara.





(kri)

views: 2.082x

 

shadow