Suap impor daging

Suap seks untuk sang ustadz

Suap seks untuk sang ustadz
Perempuan muda berinisial M yang sebelumnya ikut digelandang ke KPK (Ist)
A+ A-
Sindonews.com - Keberadaan perempuan muda berinisial M (Maharani) alias Rani (19) dalam kasus dugaan suap pengurusan impor daging sapi yang diduga melibatkan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq (LHI), dan dua Direktur PT Indoguna Utama memang patut mendapatkan perhatian khusus.

Berdasarkan penelusuran diketahui M merupakan mahasiswi di sebuah kampus swasta ternama di bilangan Jakarta pusat.

KPK menyebutkan, dari konstruksi operasi tangkap tangan (OTT) tim penyidik pada Selasa 29 Januari 2013 lalu terhadap Direktur PT IU Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi alias Dio, Ahmad Fathanah (Sekretaris Pribadi LHI), M, dan sopir pribadi Ahmad, ternyata M punya peran berbeda. Pasalnya, secara resmi KPK menyampaikan M hanya seorang saksi.

"JE dan AAE dari PT IU diduga sebagai pemberi suap Rp1 miliar kepada tersangka AF sebagai kurir dari tersangka LHI," kata Johan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/1/2013), malam.

Setelah transaksi siang, Selasa 29 Januari 2013 di kantor PT IU, antara dua direktur perusahaan impor daging itu dengan Ahmad, tim penyidik yang sudah mengawasi secara intensif dan hati-hati akhirnya meluncur ke dua tempat.

Menurut Johan, satu tim penyidik ada yang mengintai dan mengikuti dua direktur itu. Sedangkan tim lainnya meluncur mengikuti mobil yang dikendarai Ahmad.

Effendi bersaudara menuju arah rumah Ario alias Dio. Sedangkan Ahmad menuju Hotel Le Meredien, Jakarta. Belakangan kata Johan, kedatangan Ahmad di hotel itu untuk bertemu seseorang, yakni M.

"JE dan AAE kita tangkap di rumah AAE pukul 22.30 WIB. Sedangkan M dan AF kita tangkap di lobi saat baru keluar dari lift pukul 20.20 WIB, saat operasi kita Selasa malam," jelasnya.

Pasca penangkapan itu penyidik menggelandang empat orang tersebut bersama sopir Ahmad ke Gedung KPK. Pukul 21.05 WIB mobil operasional KPK tiba di pintu depan Gedung KPK.

Sekejap kemudian, tak berselang beberapa detik sejumlah penyidik tampak menggiring dua pria dan satu perempuan (M) menuju lobi. Dua pria itu tampak pasrah diapit penyidik. Sedang perempuan muda yang berpakain hitam dengan pakain minim tampak menutupi wajahnya sembari berlari menaiki tangga lobi usai turun dari mobil Nissan Xtrail.

"Nah yang diturunkan itu perempuan (M), AF, dan sopir AF. Liat sendiri kan waktu diturunin penyidik dari mobil pakaiannya seksi banget," ujar seorang sumber.

Sementara, dua mobil KPK tampak berhenti di pintu samping gedung dekat rumah tahanan KPK pukul 23.11 WIB. Beberapa detik kemudian, satu pria diturunkan secara cepat oleh penyidik KPK. Saat itu pria tersebut hanya menutup wajahnya untuk menghindari sorotan kamera.

Dari kejauhan tampak salah satu penyidik yang menggring pria itu yakni, Kompol Novel Baswedan. Sedangkan satu pria lain tidak diketahui kapan waktu tepatnya di gelandang ke dalam Gedung KPK.

Dari data yang dihimpun, Ahmad diketahui (diduga) sebagai anak seorang kiai sebuah pesantren tersohor di salah satu provinsi di kepulauan Sulawesi. Di dalam interaksi sehari-hari dengan rekan dan koleganya Ahmad sering kali disapa dengan panggilan ustadz. Lalu kenapa sang ustadz itu bersama M di hotel Le Meridien?.

Seorang sumber lain di KPK menyebutkan, sebelum proses penangkapan tim KPK sudah mengetahui M dan Ahmad sedang berada di dalam sebuah kamar dalam hotel itu. Sumber melanjutkan, saat itu 'pertempuran sengit' layaknya hubungan suami istri dilakukan keduanya. Dia tidak menyampaikan bagaimana komunikasi antara M, dan Ahmad sebelum melakukan hubungan intim.

Meski demikian, dia menyatakan, hubungan keduanya tersebut sebagai gambaran adanya wujud gratifikasi seksual di Indonesia.


Selanjutnya...
dibaca 11.651x
Halaman 1 dari 3

REKOMENDASI :

Top