Reksa dana, investasi paling aman di 2013

Reksa dana investasi paling aman di 2013
Ilustrasi
A+ A-
IKLIM investasi Indonesia sepanjang tahun ini diproyeksi akan bergerak fluktuatif. Pasalnya, pada tahun depan, sentimen positif dan negatif akan berhembus nyaris bersamaan.

Dengan kondisi makro ekonomi yang fluktuatif tersebut, reksa dana dipandang sebagai pilihan instrumen yang paling aman pada tahun ini.

Sementara, sejumlah sentimen positif yang berhembus pada 2013 berasal dari dalam maupun luar negeri. Sentimen dari luar negeri, seperti kondisi makro ekonomi yang digadang-gadang akan berada dalam kondisi terbaik sejak 2011, yang sedikit banyak akan mendongkrak kondisi makro ekonomi Indonesia akan naik ke level baru.

Disamping itu, prospek ekonomi China yang meningkat dan Amerika Serikat yang diperkirakan akan mendapatkan angin segar atas kesepakatan jurang fiskal (fiscal cliff), disebut-sebut mampu menjadi kekuatan utama ekonomi dunia untuk tumbuh makin baik.

Adapun, sentimen positif dari dalam negeri, Komisaris Independen BRI Aviliani mengungkapkan, melimpahnya pertumbuhan masyarakat kelompok usia produktif dianggap sebagai bonus demografi yang mampu memberi kekuatan istimewa bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bonus demografi tersebut memberi peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif dibanding negara-negara di kawasan Eropa, yang didominasi kelompok masyarakat berusia lanjut.

"Indonesia itu diuntungkan dengan bonus demografi karena sebagian besar penduduknya berada pada usia 14 sampai 65 tahun (usai produktif). Kondisi perekonomian di kawasan Eropa masih belum akan membaik dalam waktu dekat. Ini karena kebijakan yang dibuat, penduduk mereka (negara Eropa) itu mayoritas berusai di atas 67 tahun (usia tidak produktif)," tutur aviliani.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin baik turut didorong pertumbuhan masyarakat kelompok ekonomi menengah ke atas, yang jumlahnya terus meningkat. Artinya, daya beli masyarakat juga semakin baik, sehingga berimplikasi pada iklim investasi yang makin positif karena Indonesia dianggap sebagai pasar potensial.

Kendati memiliki prospek yang positif pada tahun ini, kondisi ekonomi Indonesia akan sedikik terganjal aktivitas kampanye, menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2014. Direktur PT CIMB Sekuritas Yuga Nugraha menilai, kondisi tersebut dapat mempengaruhi aktivitas investasi di pasar modal.

"Tahun 2013 sudah mulai persiapan Pemilu, kampanye dan sebagainya," terang Yuga.

Menurut dia, berbagai persiapan Pemilu, setidaknya akan mempengaruhi psikologi investor yang tentu akan terfokus pada bagaimana dampak pemilihan tersebut terhadap kebijakan yang nantinya akan diambil dan kemudian berdampak pada kinerja portofolio saham yang mereka pegang.

Sebagai gantinya, nilai saham dari emiten-emiten baru dikhawatirkan cenderung menurun. "Biasanya lebih menurun ya," sambung dia.

Senada dengan Yuga, Direktur Utama PT Sucorinvest Central Gani Ratih D Item memandang, rangkaian kegiatan Pemilu dan kampanye dipandang akan mempengaruhi psikologi pelaku pasar, dimana mereka memilih untuk melakukan aksi tunggu (wait and see) terhadap kebijakan-kebijakan baru yang mungkin muncul terkait pasar modal seiring pelaksanaan persiapan Pemilu.

"Tahun 2013 masih wait and see karena kan Pemilu akan ada perubahaan pemerintahan," terang Ratih.

Meski tahun ini kondisi politik akan membayangi ekonomi Indonesia, analis PT Panin Sekuritas Rudiyanto memandang, reksa dana sebagai pilihan investasi yang paling direkomendasikan sepanjang tahun 2013. Anggapan tersebut setidaknya cukup tergambar pada pergerakan kinerja investasi sepanjang 2013, baik dari saham, reksa dana maupun obligasi.

"Kalau obligasi, meskipun aman tapi kan pemodal kecil tidak bisa masuk ke sana karena nilainya sangat tinggi. Untuk saham sendiri, biarpun IHSG terlihat naik tapi beberapa sektor seperti tambang justru anjlok sangat dalam," terang Rudiyanto kepada Sindonews.


Selanjutnya...
dibaca 5.567x
Halaman 1 dari 2

REKOMENDASI :

Top