Hukum

Kapolri marah ke Kompol Hendy?

Rabu,  28 November 2012  −  17:01 WIB
Kapolri marah ke Kompol Hendy?
Kapolri Jendral Timur Pradopo (dok. istimewa)

Sindonews.com - Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo terkesan marah atas pernyataan eks penyidik KPK Kompol Hendy F Kurniawan. Karena Kompol Hendy memberikan keterangan kepada wartawan bukan atas perintah Polri.

"Itu (keterangan Hendy) bukan atas nama institusi. Kedua, penyidik ini baru dilepas KPK jadi belum ditempatkan di Baresrkrim. Yang bersangkutan masih ditempatkan di SDM (Sumber Daya Manusia)," kata Timur di Rupatama, Mabes Polri, Jalan trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2012).

Timur juga membantah, beredarnya kabar pernyataan Kompol Hendy tersebut difasilitasi oleh Humas Polri. Dia meminta, kepada media untuk tidak sekedar memberitakan hal yang belum jelas. Semua kabar atau kejadian yang diterima, harus dikonfirmasi terlebih dahulu.

"Siapa yang fasilitasi? Nah saya mohon untuk media, untuk hal seperti itu (konfirmasi dulu) kepada pemimpinnya lah," pintanya.

Kapolri menegaskan, tindakan Hendy di luar mekanisme SOP yang ada. Harusnya, segala pernyataan yang akan disampaikan, dibicarakan terlebih dahulu kepada institusi yang bersangkutan (Polri), karena dia memberi keterangan atas nama institusinya yaitu Polri.

"Yang jelas itu di luar SOP. Kemudian sudah kita tegur, karena tidak sesuai bagaimana menyampaikan sesuatu atas nama institusi," terangnya.

Sekali lagi Kapolri menegaskan, pernyataan penyidik polri yang ditugaskan di KPK ini bukan atas nama institusi Polri. Dan Hendy telah mendapat sanksi sesuai aturan yang ada.

"Tolong dipahami yang bersangkutan ini masih baru di jajaran Polri lagi, dia ada di SDM. Sekali lagi itu bukan atas institusi. Yang bersangkutan sudah ditegor sesuai ketentuan hukum disiplin," tukasnya.

Sebelumnya, eks penyidik KPK yang mengajukan pengunduran diri saat bertugas di KPK untuk kembali ke Polri Kompol Hendy F Kurniawan menyatakan, pimpinan KPK Abraham Samad dalam menetapkan Miranda S Goeltom tidak berdasarkan bukti yang cukup.

Selain itu, Hendy juga menyayangkan KPK akan mengalami kehancuran di bawah kepemimpinan Samad.


(mhd)

views: 1.235x

 

shadow