Tajuk Sindo

Mendukung Timnas

Rabu,  28 November 2012  −  10:55 WIB
Mendukung Timnas
Timnas Indonesia. (Dok. Sindo)

Dengan segala keterbatasan tim nasional (timnas) Indonesia bertarung di Piala AFF 2012 di Thailand dan Malaysia. Keterbatasan yang dialami timnas kita adalah dana, pemain, dan manajemen.

Bekal untuk berangkat ke Malaysia terbilang minim. Saking minimnya, sekumpulan supporter timnas memberikan sumbangan uang. Tentu ini kondisi yang memprihatinkan. Keterbatasan lain adalah pemain.Minimnya Pelatih Timnas Nilmaizar memilih pemain-pemain terbaik milik bangsa ini sungguh menyedihkan.

Dua keterbatasan di atas tak lepas dari keterbatasan manajemen dalam menyelesaikan konflik antardua pihak yang merasa benar dalam mengelola persepakbolaan Tanah Air. Perseteruan dua pihak, yaitu para pengurus PSSI saat ini dan mantan pengurus PSSI, memang berlarut-larut tak bisa dihentikan. Imbasnya pada kualitas timnas kita.

Dua pihak itu bertarung karena merasa saling benar dan membuat jatuh korban para pemain terbaik yang dimiliki bangsa serta masyarakat penggemar sepak bola di Tanah Air. Entah disadari atau tidak oleh kedua belah pihak yang bertikai, ulah mereka telah membuat sepak bola dalam negeri menjadi amburadul atau berantakan. Inilah pangkal persoalan kenapa timnas kita berangkat dengan keterbatasan.

Beberapa pihak yang mencoba melerai pertikaian tersebut tampaknya sudah angkat tangan. ASEAN Football Federation (AFF) bahkan Asian Football Confedartion (AFC) yang sudah turun tangan pun tak mampu meredam nafsu merasa benar yang dimiliki oleh kedua pihak.

Jika melihat korban akibat dari pertikaian mereka, memang sangat disayangkan kenapa kedua belah pihak tak menurunkan atau bahkan menghilangkan ego masing-masing.

Tentu tujuan yang ingin dicapai adalah sebuah persepakbolaan yang menjadi kebanggaan bangsa ini. Sangat disayangkan pula ketika muncul dua timnas di negeri ini dan dua pihak mengklaim paling benar.

Padahal, seperti yang diucapkan pemain timnas Bambang Pamungkas, timnas hanya ada satu, yaitu timnas Indonesia, bukan timnas PSSI atau KPSI. Kata yang mengikuti timnas adalah negara bukan sebuah kelompok.

Artinya, masyarakat tak perlu bingung dalam memberikan dukungan. Dukungan kepada timnas adalah timnas Indonesia, bukan timnas PSSI atau KPSI. Namun, yang kadang muncul justru masyarakat saling mencaci seolah ikut dalam pertikaian keduanya.

Bentuknya bermacam-macam, ada yang dengan beradu argumen di media sosial atau melunturnya dukungan terhadap timnas yang tengah bermain di AFF 2012.

Kelompok yang tidak suka pada timnas saat ini selalu mencemooh hasil imbang yang dilakoni saat menghadapi Laos. Ada lagi yang mencemooh, peran pemain naturalisasi. Bahkan pihak-pihak yang notabene terpelajar pun ikut terseret dalam konflik tersebut dengan menyalahkan pemain-pemain yang tak bisa bermain maksimal.

Hemat kami, hindari komentar-komentar yang menyudutkan salah satu pihak. Jika memang masih mencintai sepaki bola di negeri ini,hanya satu pilihannya: berikan dukungan kepada timnas yang saat ini berjuang di Malaysia.

Dukungan terhadap timnas bukan berarti mendukung salah satu kelompok. Dukungan terhadap timnas adalah bentuk penghargaan kepada para pemain, pelatih, dan official yang telah mengorbankan segalanya untuk berjuang di Malaysia.

Sebuah pengorbanan dan perjuangan atas nama bangsa tetap harus mendapat dukungan,apa pun kondisinya dan apa pun hasilnya. Para pemain yang telah menjadi korban, sebaiknya ke depan lebih berperan sebagai subjek dari persepakbolaan negeri ini.Keterbatasan pemain di timnas tak lepas terlalu superiornya klub dan inferiornya para pemain.

Saat ini yang diinginkan timnas saat bertanding di Malaysia hanyalah dukungan tulus, bukan cacian. Berikan cacian justru kepada mereka yang telah merusak persepakbolaan negeri ini.


(kur)

views: 1.354x

 

shadow