Politik

Ada 5 dugaan pelanggaran kode etik KPU

Senin,  19 November 2012  −  22:48 WIB
Ada 5 dugaan pelanggaran kode etik KPU
Ilustrasi. (Istimewa)

Sindonews.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) diminta mengungkap lima dugaan pelanggaran kode etik ketua dan anggota KPU.

Pertama, perubahan Peraturan KPU tentang jadwal dan tahapan pemilu yang bahkan berubah hingga tiga kali. Yakni dari PKPU No.07/2012 menjadi PKPU No 11/2012 dan terakhir menjadi PKPU No 15/2012. Semua perubahan ini hanya terjadi dalam empat bulan, yakni antara bulan Juli, September dan Oktober.

Kedua, salah satu faktor utama perubahan PKPU tersebut karena adanya perubahan jadwal pemberitahuan hasil verifikasi administrasi calon partai politik peserta pemilu. Pada PKPU No 07/2012 pemberitahuan hasil verifikasi dijadwalkan pada tanggal 1-3 Oktober, lalu dirubah dalam PKPU No 11/2012 ke tanggal 23-25 Oktober dan terakhir dirubah ke tanggal 23-29 Oktober sesuai dengan PKPU No 15/2012.

"Pertanyaannya ada apa dibalik perubahan-perubahan drastis tersebut. Perubahan tanggal ini belum dengan perubahan jam pengumuman yang juga sering berubah. Sedianya diumumkan pada jam 16.00 berubah ke jam 19.00 WIB Kejadian ini setidaknya terjadi dua kali," kata pengamat Politik Ray Rangkuti kepada Sindonews, Senin (19/11/2012).

Ketiga, alasan KPU menyebut pemunduran akibat adanya pembangkangan atau pembusukan sekjen KPU ternyata dibantah oleh sekjen KPU dalam sidang DKPP RI Selasa 13 Nopember 2012 lalu.

Bahkan pihak sekjen mengungkapkan setidaknya dua info yang membuat majelis layak untuk mengejarnya.

Keempat, berita Acara Pemberitahuan hasil verifikasi yang terlambat disampaikan kepada partai politik calon peserta pemilu menjadi janggal pemberitahuan tanpa sama sekali ada surat yang secara hukum dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih dari itu, berita acara yang dimaksudkan tanpa melampirkan detil rapor hasil verifikasi administrasi partai politik.


Selanjutnya...

views: 1.059x
Halaman 1 dari 3
Bagikan artikel ini :

 

shadow