Politik

Penyebab partai berbasis agama kurang laku

Minggu,  14 Oktober 2012  −  16:58 WIB
Penyebab partai berbasis agama kurang laku
Ilustrasi (Istimewa)

Sindonews.com - Partai berbasis agama diprediksi bakal kalah saing dengan partai berbasis nasionalis pada Pemilu 2014 mendatang. Fenomena pemilh saat ini lebih kepada istilah "Islam yes, partai Islam no".

Hal tersebut terbukti dari 67,8 persen pemilih muslim memilih partai nasionalis.“Ini menjadi fakta politik bahwa mayoritas masyarakat muslim tak ingin lagi politik nasional beraroma agama,“ ucapnya, di kantor Lingkaran Survei Indonesia (LSI), di Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (14/10/2012).

Menurutnya, faktor Islam di Indonesia akhirnya hanya menjadi aspek kultural saja, tapi tidak menjadi tujuan politik mereka. Kemudian, sambung Adjie, penyebab kedua merosotnya partai Islam tersebut, karena permasalahan dana.

“85,2 persen publik menilai pendanaan partai nasional lebih siap dalam image buillding partai. Sedangkan partai berbasis Islam kurang memiliki banyak modal,“ tegasnya.

ia menambahkan, persoalan ketiga yang menjadi penyebab, ternyata berkaitan dengan anarkisme yang mengatasnamakan Islam oleh kelompok Islam tertentu. “46,1 persen publik menilai hal tersebut membawa dampak munculnya kecemasan kolektif masyarakt Indonesia pada umumnya,“ bebernya.

Sedangkan untuk alasan ke empat, Adjie menyatakan, ternyata partai nasionalis diketahui bisa untuk mengakomodasi kepentingan dan agenda kelompok Islam. “57,8 persen publik percaya bahwa parta nasionalis dapat mengakomodir kepentingan masyarakat muslim dibandingkan dengan partai partai Islam,“ tandasnya.



(maf)

views: 1.230x

 

shadow