Hukum

Penanganan kasus korupsi PON Riau terganggu

Minggu,  23 September 2012  −  06:48 WIB
Penanganan kasus korupsi PON Riau terganggu
Ilustrasi (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Penarikan 20 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak membawa pengaruh kepada sejumlah kasus korupsi. Salah satunya kasus korupsi PON XVIII Riau.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, satu dari 20 penyidik yang segera ditarik polri, karena tidak diperpanjang masa tugasnya di KPK, sedang menangani kasus korupsi PON.

"Ini sangat berpengaruh terhadap penyidikan kasus PON yang kini kita tangani," kata Johan Budi kepada wartawan, Sabtu (22/9/2012).

Apalagi, sampai saat ini belum ada kejelasan pengganti penyidik KPK untuk kasus PON. Namun demikian, KPK memastikan terus akan menangani kasus PON sampai tuntas. "Sampai saat ini, belum ada penggantinya (penyidik KPK dari polri)," tukas Johan.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu polri menarik 20 penyidiknya yang bertugas di KPK, karena masa tugas mereka telah habis. Diduga, penarikan itu karena terungkapnya kasus simulator di Korlantas.

Namun KPK berharap polri memperpanjang tugas penyidik tersebut karena mereka saat ini menangani banyak kasus.

Rumor yang beredar, penarikan penyidik KPK yang berasal dari korps Bayangkara itu karena Polri 'kebakaran jengkot' karena KPK mengungkap kasus Simulator.

Dalam kasus korupso PON, KPK telah menetapkan 13 tersangka. Sebanyak 10 diantaranya adalah anggota DPRD Riau.


(san)

views: 1.504x
Bagikan artikel ini :

 

shadow