Hukum

Bareskrim tahan pejabat Dinas Pertambangan

Senin,  13 Agustus 2012  −  16:59 WIB
Bareskrim tahan pejabat Dinas Pertambangan
Ilustrasi (dok. istimewa)

Sindonews.com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menahan dua orang tersangka kasus dugaan suap dalam penerbitan Surat Keterangan Asal Barang (SKAB). Salah satu dari kedua tersangka itu adalah B yang merupakan Kepala Bidang Pertambangan Umum dan Energi Dinas Pertambangan Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan.

"Tersangka inisial B ini ditangkap terkait penerimaan suap dalam penerbitan SKAB dari pembayaran royalti retribusi yang akan dibayarkan perusahaan tambang," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/8/2012).

Dia mengatakan, B diketahui ditangkap di Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Kalimantan Selatan, pada Jumat 10 Agustus 2012 lalu sekira pukul 07.30 WITA. Karena diduga kuat menerima suap senilai Rp1 miliar.

Sementara tersangka kedua, adalah F yang juga seorang direktur yang memiliki lima perusahaan di bidang pertambangan batu bara. "Yang bersangkutan ditangkap di hari yang sama, pukul 10.15 wib di sebuah hotel di sekitar Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat," tambahnya.

Menurutnya, tersangka dengan inisial F itu diduga kuat telah melakukan suap kepada tersangka berinisial B, agar penerbitan surat keterangan asal barangnya sesuai dengan keinginan F, terkait volume barang perusahaan PT Turangga Krisna Dwipa, CV Wahyu Taruna Bakti, CV Restu Ibu, CV Borneo Indo Selatan, CV Jadi Jaya Coal.

Lebih lanjut dia menegaskan, dari hasil penyidikan pihaknya telah menyita dokumen hasil tambang yang tidak sesuai, rekening koran, laporan setoran, dua unit Mobil, satu unit sepeda motor, satu unit rumah, dan dua polis asuransi.

"Pasal yang disangkakan kepada kedua tersangka ini adalah Pasal 2, 3, 4 UU 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Selain itu dijerat juga dengan Pasal 3, dan 5 Undang-Undang tentang tindak pidana pencucian uang, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," tandasnya.


(lil)

views: 1.249x

 

shadow