Politik

Mahfud MD: Pemimpin harus memiliki hasta brata

Eidi Krina Jason Sembiring

Kamis,  19 Desember 2013  −  20:03 WIB
Mahfud MD: Pemimpin harus memiliki hasta brata
Mantan Ketua MK Mahfud MD (Dok SINDOphoto)

Sindonews.com - Pemimpin menjadi peragu, karena mereka tersandera oleh kepentingan-kepentingan. Akibatnya, mengambil keputusan pun jadi takut.

Demikian disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dalam acara dialog kebangsaan yang digelar di Kampus Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang.

"Oleh karena itu, ke depan dibutuhkan kepemimpinan yang transformatif dan berkarakter," ungkap Mahfud MD melalui rilis yang diterima Sindonews, Kamis (19/12/2013).

Mahfud mensitir perlunya pemimpin memiliki delapan sifat kepemimpinan, atau dalam falsafah Jawa dikenal hasta brata. Yakni memiliki sifat tegas, egaliter, mengayomi, konsisten, bisa memandu, berani, menyejukkan, memberi harapan dan tidak egois.
“Setidaknya bisa mendekati sifat-sifat yang ideal tersebut,” urainya.

Ia prihatin dengan kondisi saat ini, karena 300 lebih kepala daerah terjerat kasus korupsi. Hal ini terjadi karena mereka menjadi pemimpin dengan membayar, bukan atas dukungan massa secara riil.

"Akibatnya, begitu menjadi pemimpin mereka bukannya fokus memikirkan rakyat, tetapi pikirannnya terbelah karena harus mencari uang untuk membayar ongkos politik yang telah dikeluarkan," bebernya.

Namun demikian, Mahfud optimistis di masa depan akan muncul pemimpin yang tranformatif. Ia juga berharap pada media massa untuk mengambil peran dengan memunculkan tokoh-tokoh masa depan yang memiliki karakter dan tidak tersandera oleh masa lalu. "Karena, salam beberapa kasus peran media sangat besar untuk mengedukasi publik,”  ujar Mahfud.

Baca berita:
Dinilai bersih, PKB dukung Mahfud Capres 2014

 

(kri)

 

shadow