Sosial & Budaya

Kembangkan budaya, TTU harus ada rumah industri

Wilfridus Zenobius Kolo

Minggu,  4 Agustus 2013  −  13:30 WIB
Kembangkan budaya, TTU harus ada rumah industri
Ilustrasi. (Dok. Sindo)

Sindonews.com - Pekan ilmiah yang digelar di SMA Dharma di Kecamatan Kota Kefamenanu, Kilometer, 5 Atambua, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) guna melestaikan kebudayaan daerah tersebut.

Profesor Dr Yohanes Usfunan yang menjadi pembicara dalam acara itu mengatakan, untuk melestarikan kebudayaan TTU yang mulai menurun Pemda TTU harus membuat inventarisasi budaya yang dapat dikembangkan dan dilestarikan untuk dapat mendatangkan wisata.

"Harus ada inventarisasi budaya TTU, mana yang benar menjadi warisan budaya dan mana yang tidak sebagai langkah pengembangan kebudayaan itu sendiri," ujarnya dalam seminar Kebudayaan di SMA Darma Ayu, Kefamenanu, Sabtu 3 Agustus 2013.

Dia menambahkan, kebudayaan TTU seharusnya menjadi titik tolak pembangunan karakter manusia TTU sendiri. Maka itu, atraksi budaya yang menjadi modal pariwisata TTU dalam berbagai ritual budaya dapat membangun dan merintis kebudayaan menuju pengelolaan pariwisata TTU.

"Atraksi budaya seperti tarian budaya, dan kekayaan motif daerah dapat menjadi satu bagian yang dapat ditonjolkan dalam rangka membangun pariwisata TTU," terangnya.

Untuk itu, menurutnya, harus ada tempat khusus yang menjadi home industri di TTU yang dapat menjadi tempat aktifitas promosi budaya TTU seperti proses menenun kain adat dengan beragam motif yang punya daya tarik bagi pariwisata.

"Home industri tenunan seluruh kecamatan perlu punya tempat, sehingga  di sana dapat menyajikan proses menenun, mulai dari proses orang memintal benang sampai menghasilkan kain tenunan," terangnya.

Pekan ilmiah ini sendiri terselenggara dalam rangka menyambut ulang tahun perdana SMA Dharma Ayu, 5 Oktober 2013. Tujuan acara ini untuk membangun kesadaran siswa untuk mencintai budayanya secara khusus dan sekaligus membangun wawasan nusantara.

 

(mhd)

 

shadow