Papua & Maluku

Musim haji 2013 di Malut dipastikan marak 'siluman'

Syamsudin Sidik

Jum'at,  2 Agustus 2013  −  02:14 WIB
Musim haji 2013 di Malut dipastikan marak 'siluman'
Ilustrasi (Dok SINDOphoto)

Sindonews.com - Musim haji tahun 2013 kali ini masih menyisahkan tanya bagi sejumlah penduduk luar Maluku Utara saat melakukan daftar tunggu menggunakan KTP dan Akta Kelahiran sementara yang dikeluarkan Dinas Catatan Sipil Kabupaten/Kota Malut.

Hal ini, diakui salah satu pengurus manasik haji 2012 yang menemukan hal terebut di musim haji tahun lalu. “Itu benar dan sudah merambah ke semua kabupaten/kota. Halsel itu masih baik, parahnya kalau kita menoleh ke Halbar. Di sana itu calon jamaah yang masuk dalam daftar tunggu itu sudah sampai di 2016," jelas seorang narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis (1/8/2013).

Menurutnya, sangat aneh jika penduduk muslim di Malut, bila diukur dengan jumlah penduduk pasti tidak mencapai angka yang demikian. Dan bahkan sudah habis.

Maka itu, dia menyayangkan sikap pemerintah daerah dan DPRD yang lemah melakukan kontroling terhadap pembuatan KTP, sehingga di saat pendaftaran jamaah haji, panitia Kementerian Agama dan Kesra tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kan kasihan buat warga kita di sini. Yang daftar tunggunya terlampau jauh, bahkan sudah ada yang sampai 2018 itu,” paparnya.

Hal senada, diutarakan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Malut, Muhammad Selang. Menurutnya, wilayah Malut merupakan daerah sarang penyimpangan haji siluman.

“Jadi begini kita tidak bisa lari dari kenyataan itu karena kita dengan Kementerian Agama tidak bisa berbuat banyak. Datanya itu diambil dari desa, kecamatan, sampai kabupaten. Kaya kasus di Tidore, ada jamaah haji yang terdaftar, begitu diinterogasi oleh Kemenag itu alamatnya betul. Tapi setelah dikroscek ke RTnya ternyata orang itu tidak tinggal di situ. Dan tahun kemarin itu yang paling banyak,” jelasnya, saat dikonfirmasi di lantai IV, Kantor Gubernur.

Dia mengakui, jika yang paling banyak terdapat jamaah haji siluman ini adalah kabupaten Halmahera Selatan. “Jadi ini terjadi hampir di semua kabupaten/kota. Yang banyak tahun kemarin. Dimungkinkan 2013 terjadi lagi,” pungkasnya.

 

(rsa)

 

shadow