Tanya Jawab

Bilal itu apa?

Bilal itu apa?
Dok. Sindo

Tanya :
Saat menjelang tarawih, di masjid saya sering diumumkan siapa yang menjadi imam dan bilal. Yang mau saya tanya adalah apa itu bilal?

Jawab :
Bilal itu sebenarnya nama seorang sahabat Nabi yang berasal dari Afrika (Habasyah), tentu warna kulitnya hitam, dia juga bekas budak yang status sosialnya dianggap rendah, tapi dialah orang pertama yang masuk Islam dari kalangan budak.

Ketika hijrah ke Madinah dan masjid Nabawi sudah didirikan, Bilal adalah orang pertama yang mengumandangkan azan untuk memanggil orang melakukan salat berjamaah. Dari sinilah berkembang satu istilah bahwa orang yang azan disebut dengan Bilal, padahal dari sisi bahasa tidak tepat, dalam bahasa Arab orang yang azan disebut dengan muadzdzin.

Dalam bahasa, memang di masyarakat kita sering terjadi kesalahan dan itu dianggap biasa. Misalnya kalau kita mau membeli air putih untuk minum yang dalam kemasan, maka kita justeru menyebutkan dengan nama merk minuman itu meskipun yang kita beli bukan minuman bermerk itu.

Dalam perkembangannya bila di bulan, orang yang menyerukan dimulainya salat tarawih, bahkan dari tarawih yang satu ke berikutnya diserukanlah oleh seseorang yang kemudian disebut Bilal.

Demikian jawaban singkat pengasuh.

Iman dan amal saleh

Dalam buku Kunci Ampunan Dosa, saya menulis: Iman dengan amal saleh seperti dua sisi mata uang yang seharusnya tidak bisa dan tidak boleh dipisah-pisahkan. Iman harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus didasari oleh iman. Karena itu, beramal saleh merupakan sesuatu yang amat penting sehingga cakupannya pun amat luas dalam arti apa saja yang kita lakukan dalam hidup ini harus kita upayakan bisa bernilai amal saleh. Untuk itu apapun yang kita lakukan harus dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT semata, melakukannya dengan cara yang benar sebagaimana yang ditentukan Allah swt dan dicontohkan oleh Rasul-Nya serta tujuannya untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Bila kita beramal shaleh dalam kehidupan ini, maka amal saleh itu menjadi bekal utama dalam kehidupan kita di akhirat nanti dan itupula yang menyebabkan Allah SWT mengampuni dosa seseorang, ini berarti amal shaleh akan menjadi jaminan mendapatkan ampunan, disamping sudah disebutkan dalam surat Thaha [20]:82 di atas, amal shaleh bahkan memberikan pahala yang besar dari Allah SWT sebagaimana firman-Nya: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar (QS Al Maidah [5]:9).

Selain ampunan dosa, orang yang beramal shaleh juga akan memperoleh rizki yang mulia, yakni yang halal dan baik, Allah SWT berfirman: Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka  ampunan dan rezki yang mulia (QS Al Hajj [22]:50)

Disamping itu, ayat yang senada juga disebutkan dalam firman Allah SWT: supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezki yang mulia. (QS Saba [34]:4)

Dengan adanya ampunan, maka orang yang beriman dan beramal shaleh tidak akan mendapatkan siksaan sebagaimana siksa yang akan dialami oleh orang-orang kafir, Allah SWT berfirman: Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS Fathir [35]:7).

Dengan demikian, beramal saleh akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kaum muslimin, tidak hanya dalam kehidupan di dunia ini tapi yang lebih penting lagi adalah kebahagiaan dalam kehidupan di akhirat  nanti, disinilah salah satu letak penting mengapa kita harus membuktikan keimanan dalam bentuk amal yang saleh, bahkan amal saleh yang kita lakukan sesegera mungkin dalam arti tidak suka menunda-nunda dan kita tidak pernah merasa sudah banyak dalam melakukannya meskipun orang lain menganggap kita telah banyak dalam beramal saleh, karena bila kita sudah merasa banyak dalam beramal saleh bisa jadi kita tidak bersemangat untuk memperbanyaknya lagi.







(nfl)

views: 1.515x

 

shadow