Politik

KPK ikut terlibat pertarungan politik jelang 2014

Rico Afrido

Sabtu,  13 Juli 2013  −  07:03 WIB
KPK ikut terlibat pertarungan politik jelang 2014
Gedung KPK, (SINDOphoto).

Sindonews.com - Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menari dalam tabuhan genderang politik elektoral menuju Pemilu 2014.

"KPK bisa menari dalam tabuhan genderang politik elektoral menuju 2014," ujar Boni kepada Sindonews melalui pesan singkatnya, Jumat (12/7/2013) malam.

Artinya, ujar dia, laporan soal korupsi yang diberikan dari elite partai politik (parpol) kepada KPK tentang elite parpol lain sebagai lawan politik yang diduga terlibat kasus korupsi, akan meningkat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

Dan KPK, lanjut dia, akan menyambut laporan soal korupsi dari parpol tersebut. "Ada tabuhan gendang, KPK ikut menari. Tentu itu baik, tapi muatan politiknya sedapat mungkin diminimalisir oleh KPK," ungkapnya.

Hal demikian dikatakannya menanggapi telah ditahannya Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Izederick Emir Moeis (IEM) atas kasus dugaan suap dalam pengadaan PLTU Tarahan Lampung.

Dan ditahannya Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Izederick Emir Moeis (IEM) ini, patut diduga sebagai awal KPK menguliti sejumlah kader PDIP lainnya, yang tersangkut kasus korupsi atau yang ikut terlibat pada kasus yang menimpa Emir Moeis ini.

Sebab, sebelumnya, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah terlebih dahulu digarap oleh KPK. Lembaga KPK itu telah cukup banyak menetapkan tersangka maupun menahan terhadap para politikus dua partai politik tersebut.

 

(maf)

 

shadow