Sosial & Budaya

Lansia pewaris budaya bangsa

Lansia pewaris budaya bangsa
Ilustrasi, (SINDOphoto).

Sindonews.com - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan, peran para lanjut usia (lansia) dalam pembangunan kesejahteraan sosial sangat diperhitungkan.

Hal ini terbukti pada perubahan sosial dan melemahnya nilai-nilai kesetiakawanan sosial. "Para pelestari nilai kesetiakawanan sosial, para lanjut usia adalah pemelihara sekaligus pewaris budaya bangsa," ujar Agung kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Menurutnya, pemerintah telah melaksanakan program yang berkaitan dengan pelayanan keagamaan, pelayanan kesehatan, pelayanan kesempatan kerja dan pelayanan pendidikan dan pelatihan.

Untuk itu diharapkan, setiap ada lansia yang ada dirumah diharapkan para keluarga dapat menjaga dengan memperhatikan kebutuhan, kehidupanya, makanan, kesehatan dan lainya. Terlebih kepada lansia yang terlantar. "Menjaga kesehatan dan kesejahteraan lanjut usia di lingkungan terkecil membuat mereka menjadi terlantar," katanya.

Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Aljufri mengatakan, terdapat 13,104 jiwa lansia yang memperoleh pelayanan di tiga Panti sosial Tresna Werdha (PSTW) milik pemerintah pusat.

Sementara, 96 PSTW di bawah pengawasan pemerintah daerah (Pemda) dan 206 PSTW dikelola  oleh masyarakat, dengan harapan hidup pada laki-laki 67 tahun dan pada perempuan 71 tahun.

Hal ini menunjukan masyarakat mempunyai semangat gotong-royong untuk lansia dalam meneladani dan menghormati. Guna mendukung itu, dalam program unggulan yang dimiliki, Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan uang setiap bulanya Rp200 ribu yang langsung diambil di Kemensos. "Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan kehidupan para lansia untuk memaksimalkan kehidupanya," kata Salim Segaf.

(maf)

views: 1.352x

 

shadow