Sektor Riil

Pemerintah resmi usulkan kenaikan BBM bulan Juni

Ameidyo Daud

Rabu,  22 Mei 2013  −  14:50 WIB
Pemerintah resmi usulkan kenaikan BBM bulan Juni
Menteri Keuangan, M Chatib Basri/Foto: Ist

Sindonews.com - Pemerintah secara resmi mengusulkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi pada Juni mendatang. Usulan resmi ini disampaikan oleh Menteri Keuangan, M. Chatib Basri, dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR.

Dalam paparannya tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 itu, Menteri Keuangan Chatib Basri mengemukakan, bahwa Pemerintah akan menaikkan harga BBM Bersubsidi jenis premiun sebesar Rp2.000 menjadi Rp6.500 per liter, dan solar naik Rp1.000 menjadi Rp5.500 per liter.

Chatib Basri menjelaskan, kenaikan harga BBM ini tidak terlepas dari perkembangan ekonomi global yang menyebabkan berubahnya berbagai asumsi ekonomo makro.

“Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan hanya 6,2 persen turun dari perkiraan semula 6,8 persen. Ini mengakibatkan penerimaan pajak tidak akan mencapai target,” ungkap Chatib di hadapan Banggar DPR, di Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Menurut Chatib, berdasarkan perkembangan kondisi perekonomian pada awal tahun 2013, kinerja APBN Perubahan 2012 dan prospek perekonomian 2013, pendapatan negara dalam RAPBN Perubahan 2013 direncanakan mencapai Rp1.488,32 triliun, atau 2,7 persen lebih rendah bila dibandingkan dengan APBN 2013 yang sebesar Rp1.529,67 triliun.

Di sisi lain, pengeluaran Pemerintah juga membengkak terutama untuk subsidi BBM. Defisit Anggaran diperkirakan bisa mencapai 3,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), apabila Pemerintah tidak mengambil kebijakan apa-apa maka berarti pemerintah terancam melanggar UU yang membatasi defisit sampai 3 persen saja.

“Dengan menaikkan harga BBM, pemerintah berharap dapat mengurangi subsidi BBM yang menekan APBN,” pungkas Chatib Basri.

 

(gpr)

 

shadow