Hukum

KPK terus usut kasus PLTU Tarahan

Slamet Riadi

Selasa,  21 Mei 2013  −  20:29 WIB
KPK terus usut kasus PLTU Tarahan
Gedung KPK, (SINDOphoto).

Sindonews.com - Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Emir Moeis sebagai  tersangka terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarahan, Lampung sejak 2012 lalu, ada kesan kasus ini jalan di tempat.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, sampai saat ini penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut. Namun, Johan tidak mengetahui lebih detail mengenai siapa yang diperiksa oleh penyidik KPK dalam kasus yang melibatkan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

"Ada pemeriksaan saksi terkait kasus PLTU Tarahan di Washington DC, namanya siapa saya belum dapat informasi," ujar Johan Budi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan  Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2013).

Seperti diketahui, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto menyatakan, Emir dijadikan tersangka karena diduga menerima suap terkait proyek tersebut sebesar USD300 ribu. "Uang yang diduga diterima IEM, lebih dari USD300 ribu," jelas Bambang saat menggelar jumpa pers, di Gedung KPK, Kamis Juli 2013.

Bambang menambahkan, uang tersebut diberikan oleh PT AI, yang diduga merupakan PT Aston Indonesia. Kemudian, terkait pemberi suap, Bambang mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih fokus pada keterlibatan Emir Moeis.

Emir dikenakan pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 12 a dan b, atau pasal 11 dan atau pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, untuk kepentingan penyidikan, Emir sudah dicegah berpergian ke luar negeri. Selain itu dua bos perusahaan swasta juga ikut dilarang meninggalkan Indonesia. Mereka yakni Zuliansyah Putra Zulkarnaen (Direktur Utama PT Artha Nusantara Utama) dan Reza Roestam Moenaf (General Manager PT Indonesian Site Marine).

Kasus ini bermula saat ada dugaan pemberian hadiah yang diusut KPK setelah mengembangkan kasus dugaan korupsi proyek CIS-RISI di PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Tangerang yang menjerat eks Dirut PLN, Eddie Widiono.

Emir sendiri pernah diperiksa KPK sebagai saksi untuk penyidikan kasus korupsi PLN tersebut pada bulan Juli 2011. Proyek pembangunan PLTU Tarahan mulai dilakukan sejak September 2004. Proyek yang dimaksudkan untuk mengatasi krisis listrik di Pulau Sumatera bagian Selatan ini dibiayai oleh dana APBN. Proyek ini ditaksir menghabiskan dana lebih dari USD200 juta.

 

(maf)

 

shadow