Sosial & Budaya

Ini cara cuci tangan yang benar

Marieska Harya Virdhani

Jum'at,  17 Mei 2013  −  18:15 WIB
Ini cara cuci tangan yang benar
Ilustrasi (Ist)

Sindonews.com - Cuci tangan sebelum makan bukan lagi menjadi satu slogan, tetapi wajib di terapkan untuk mewujudkan pola hidup bersih dan sehat, seperti yang dikampanyekan RS Tugu Ibu, Cimanggis, Depok, kepada seluruh para medis dan juga pasien.

Direktur RS Tugu Ibu, Peppy Firaidi, mengatakan cuci tangan dengan air yang mengalir wajib dilakukan untuk membunuh kuman setelah tangan kita kontak dengan lingkungan. Caranya pun harus dilakukan dengan benar agar efektif.

"Caranya yakni telapak tangan, sela-sela jari, punggung tangan, ibu jari jempol,  saling kait, dan kuku bagian terakhir. Dokter mau periksa pasien cuci tangan dulu," terang Ketua Asosiasi Rumah Sakit Indonesia (ARSI) ini kepada wartawan di RS Tugu Ibu, Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Jumat (17/05/2013).

Hal itu termasuk dalam akreditasi cara baru yang juga tercantum dalam Join Comission International. Aturan lain juga diatur dalam syarat akreditasi sesuai UU Rumah Sakit nomor 44 tahun 2009.

"Seperti gelang pasien kalau pria biru muda, wanita pink, kalau alergi ada tambahan gelang lagi warna merah, jadi satu pasien bisa pakai beberapa gelang, kalau yang sering jatuh ada gelangrna kuning, seperti itulah. Belum lagi kalau panggil pasien dengan menyebut dua nama suku kata, misalnya Agus kan ada banyak, harus lengkap Agus Wijaya atau siapa," paparnya.

Setelah mencuci tangan dengan sabun atau handscrub, kata Peppy, tangan dibersihkan dengan tisu. Sebab jika memakai kain lap, atau baskom, justru memperbanyak dan memindahkan kuman.

"Jangan gunakan tisu basah, gunakan tisu kering, karena kalau sang pasien ternyata ada infeksi, kalau dokter tidak higienis, malah lebih memperpanjang dirawatnya," ungkapnya.

Intinya, lanjut Peppy, RS harus mengutamakan inform concern bagi pasien. Pasien harus menjadi center atau pusat yang wajib diutamakan.

"Misalnya jalur evakuasi kebakaran juga harus dibuat, banyak juga kan sekarang rumah sakit kebakaran. Justru asapnya bahaya," tegasnya.


(lal)

views: 1.678x

 

shadow