Makro

Kompensasi untuk infrastruktur dasar Rp6 T

Maesaroh

Rabu,  15 Mei 2013  −  19:04 WIB
Kompensasi untuk infrastruktur dasar Rp6 T
ilustrasi/ist

Sindonews.com - Pemerintah akan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp6 triliun untuk dipergunakan sebagai pembangunan infrastruktur dasar seperti irigasi, pembangunan waduk, embung, serta sarana air bersih.

Tambahan anggaran tersebut akan dimasukkan dalam pos kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Selain infrastruktur dasar, anggaran kompensasi kenaikan harga BBM juga termasuk bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), program keluarga harapan (PKH), bea siswa miskin, serta beras miskin (raskin).

"Kita usulkan sekitar RP6 triliun, tapi itu sifatnya langsung ke masyarakat kecil, seperti irigasi infrastruktur desa," kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Herry Purnomo, di kantor Kemenkeu, Rabu (15/5/2013).

Sebagai catatan, saat pemerintah mengajukan kenaikan BBM harga bersubsidi pada 2012, mereka juga mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur dasar, terutama untuk pedesaan sebesar Rp7,833 triliun. Namun, anggaran tersebut urung digunakan karena harga BBM tidak jadi naik.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana mengatakan infrastruktur dasar yang akan dibangun terkait dengan peningkatan millennium development goals (MDG’s), seperti irigasi.

"Khususnya untuk mengejar MDG’s seperti air bersih, air minum, sanitasi, terutama air untuk ketahanan pangan, irigasi, embung segala macam," papar Armida.

 

(izz)

 

shadow