Politik

Ada intervensi SBY dibalik mundurnya Jusuf Wangkar?

Ada intervensi SBY dibalik mundurnya Jusuf Wangkar?
Jusuf Wangkar (Ist)

Sindonews.com - Mundurnya Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi Jusuf Wangkar dianggap karena ada intervensi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebab, sebelum mengundurkan diri, Jusuf Wangkar sempat dikabarkan diduga terlibat dalam pengadaan pesawat MA-60 untuk Merpati yang diduga terjadi penggelembungan sebesar USD40 juta.

Pengamat Politik Universitas Indonesia, Boni Hargens mengatakan, intervensi tersebut dianggap agar masalah dugaan keterlibatan Jusuf dalam kasus tersebut tak menjadi beban SBY nantinya menjelang Pemilu 2014. Mengingat, SBY kini sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Partai Demokrat atau partai terpuruk ini ingin elektabilitasnya kembali meningkat. SBY tentu tak ingin Jusuf menjadi cacat di akhir pemerintahannnya," ujar Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini kepada Sindonews, melalui pesan singkat, Selasa (14/5/2013) malam.

Karena itu, lanjut Boni, sejak dini SBY sudah melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang berpotensi menganggu citranya sebagai Presiden ataupun Ketua Umum Partai demokrat.

"Yah memang SBY sekarang mikir soal mendongkrak Partai Demokrat. Maka, mereka yang bermasalah dengan korupsi dibersih-bersih," tandasnya.

Seperti yang diketahui, Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi, Jusuf Wangkar beberapa hari yang lalu mengundurkan diri. Kemunduran Jusuf Wangkar dari posisinya dibenarkan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam. Menurut Dipo, pengunduran diri  Jusuf itu karena dia ingin ingin fokus pada pekerjaannya.

"Ia merencanakan mau fokus pada pekerjaannya, yang ia tidak bisa kerjakan secara baik, kalau ia full time bekerja sebagai Staf Khusus Presiden," jelas Dipo.

Sementara, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha membantah, jika pengunduran diri Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi Jusuf Wangkar karena terkait dugaan keterlibatan dalam pengadaan pesawat Merpati MA-60. Pada pengadaan pesawat tersebut diduga telah terjadi penggelembungan sebesar USD40 juta.

"Oh tidak, tidak (tidak ada kaitannya masalah merpati dengan kemunduran Jusuf)," kata Julian di Kantor Kepresidenan, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2013).

Dia menjelaskan, jika kemunduran Jusuf itu bukan karena faktor adanya masalah pengadaan pesawat Merpati MA-60, tetapi faktor kesehatan. "Faktor kesehatan, itu yang beliau sampaikan sebagai alasan untuk mengundurkan diri,"katanya.

Kendati demikian, Julian enggan menjelaskan sakit yang diderita oleh Jusuf tersebut. "Memang dengan alasan kesehatan beliau. Saya tidak berwenang memberi tahu tentang sakit seseorang," kilahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Jusuf telah mengundurkan diri secara resmi sejak beberapa minggu yang lalu. Dan kini, sambung dia, posisi Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi telah diisi oleh Hariyanto yang sebelumnya sebagai Wakil Sekretaris Pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Sudah secara resmi dan sudah digantikan oleh Pak Hariyanto. Doktor Hariyanto sebelumnya sebagai Wakil Sekretaris Pribadi Presiden," pungkasnya.

Untuk diketahui, Jusuf beberapa waktu lalu sempat dikabarkan diduga terlibat dalam pengadaan pesawat Merpati MA-60 yang diduga terjadi penggelembungan sebesar US$40 juta. Namun, Jusuf Wangkar sempat membantah tuduhan tersebut. Hingga saat ini, kasus itu sendiri tak pernah diketahui secara jelas penyelesaiannya.


(kri)

views: 3.217x

 

shadow