Metro

Ini program transportasi massal Jokowi

Rakhmatulloh

Selasa,  7 Mei 2013  −  16:44 WIB
Ini program transportasi massal Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Dok/Sindonews.com)

Sindonews.com - Keinginan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, untuk mendorong masyarakat Jakarta agar mau berpindah menggunakan trasportasi massal sudah dihitung.
 
Menurut orang nomor 1 di DKI yang familiar dipanggil Jokowi itu mengatakan, pihaknya sedang membuat peta jalan (sistem), untuk mengatur transportasi massal. Menurutnya, peta tersebut, akan ditunjukan jika sudah lengkap untuk dilaksanakan.
 
"Peta sudah ada, akan kita tunjukan ketika komplit. Kalau setengah komplit mendingan gak usah," kata Jokowi, di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (7/5/2013).
 
Sementara itu, kalkulasi total peta transportasi massal dijelaskan Jokowi, seperti penambahan KRL, penambahan armada Busway yang baru untuk tahun ini, pembangunan monorel dalam tempo tiga tahun yang harus selesai dan MRT. Selanjutnya, akan disingkronisasikan dengan penerapan aturan ganjil genap dan ERP.
 
"Harus kalkulasi total, KRL harus tambah, busway kita komplit tahun ini dengan pengadaan bus baru, monorel 3 tahun lagi selesai, MRT selesai, baru itu rampung. Itu pun harus didampingi dengan kebijakan, pajak parkir tinggi, genap ganjil dan ERP," tuturnya.
 
Setelah itu, semua saling mendukung antara fisik transportasi massal dengan aturan kebijakan yang mendorong transportasi massal. Jokowi meyakini, program transportasi massalnya, mampu mendorong masyarakat Jakarta mau berpindah dari kendaraan pribadi, ke kendaraan umum.

"Semuanya ngikuti. Baru orang akan terdorong mengikuti transportasi massal," tambahnya.
 
Seperti diketahui, sistem dan aturan untuk mengajak masyarakat Jakarta berpindah ke transportasi massal, kini sedang ditawarkan Pemprov DKI Jakarta. Peta transportasi massal tersebut dimungkinkan Jokowi, mampu mengurai kemacetan yang terjadi hampir setiap hari di Ibu Kota.

 

(stb)

 

shadow