Eropa

Rusia serukan pembentukan wilayah Timur Tengah bebas senjata nuklir

Yesi Syelvia

Minggu,  5 Mei 2013  −  11:44 WIB
Rusia serukan pembentukan wilayah Timur Tengah bebas senjata nuklir
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com - Pemerintah Rusia menyerukan terciptanya zona bebas nuklir di kawasan Timur Tengah pada akhir tahun ini. Demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu (4/5/2013).

"Pemerintah Rusia bersama semua negara penandatangan NPT dan sejumlah organisasi menyatakan posisi mereka, bahwa semua tantangan terhadap NPT harus diselesaikan semata-mata atas dasar NPT," ungkap Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pernyataan ini dibuat usai digelarnya pertemuan terbaru antara Rusia dengan panitia pengulasan persiapan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) yang rencananya akan diselenggarakan di Jenewa.

"Semua peserta yang hadir menyerukan fokus dan langkah mendesak untuk mengadakan pertemuan untuk menciptakan zona bebas senjata nuklir dan senjata pemusnah massal di wilayah Timur Tengah," lanjut isi pernyataan tersebut. 

Seperti diketahui, Moskow adalah pihak yang mendukung pengembangan program nuklir Iran, mereka juga mendukung pembicaraan bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan mereka akan menjegal setiap resolusi Dewan Keamanan PBB yang bisa memungkinkan aksi militer terhadap Iran.

Rusia dan AS memiliki kesamaan visi mengenai masalah nuklir Iran, tetapi berbeda pada pendekatan khusus untuk masalah ini. Juru Bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan, pemerintah Rusia tidak ingin membahayakan rezim non-proliferasi.

"Sementara kita akan menerima hak-hak Iran untuk penggunaan damai energi nuklir. Rusia hanya menerima cara diplomatik dan politik dalam berurusan dengan Teheran dan menolak sanksi bagi Iran," ujarnya.

 

(esn)

 

shadow