Hukum

MA: Jangan ada lagi salah ketik putusan

Rico Afrido

Jum'at,  3 Mei 2013  −  14:32 WIB
MA: Jangan ada lagi salah ketik putusan

Sindonews.com - Proses peradilan hukum terhadap mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menjadi pembelajaran penting bagi seluruh hakim pengadilan.

Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali mengatakan, kesalahan kecil didalam setiap putusan bisa menjadi masalah besar. Amar putusan yang tidak tegas bisa menjadi celah bagi seorang terpidana untuk menolak dieksekusi.

Hal itu dikatakan Hatta menanggapi kisruh eksekusi pidana Susno, dimana jenderal bintang tiga Polri itu sempat menolak dieksekusi lantaran Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melakukan kesalahan ketik nomor perkara dalam putusan banding Susno.

"Seperti kalau katanya ada salah dalam pengetikan, walaupun ini tidak membatalkan putusan, tetapi ini sebenarnya jangan terjadi lagi untuk masa mendatang," ujar Ketua MA Hatta Ali, di gedung MA, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2013).

Seperti diberitakan sebelumnya, Susno Duadji resmi di tahan pada Kamis, 2 Mei 2013 malam di lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Penahanan dilakukan setelah Susno menyerahkan diri ke Kejaksaan.

Susno sendiri sebelumnya dinyatakan sebagai daftar pencarian orang (DPO) sejak 26 April 2013 lalu oleh pihak Kejagung setelah gagal melakukan esksekusi terhadap yang bersangkutan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji, tiga tahun enam bulan penjara ditambah denda Rp200 juta dengan subsider enam bulan kurungan.

Susno dianggap secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sesuai dakwaan kedua dan dakwaan pertama alternatif kelima. Selain itu, Susno juga harus membayar uang pengganti senilai Rp4 miliar yang harus dibayar dalam jangka waktu
satu bulan.

 

(lal)

 

shadow