Hukum

MA: Kasasi ditolak, kembali ke putusan Pengadilan Tinggi

MA: Kasasi ditolak, kembali ke putusan Pengadilan Tinggi
Ilustrasi (Istimewa)

Sindonews.com - Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA), Ridwan Mansyur menerangkan, penolakan kasasi oleh MA dapat dimaknai bahwa Kejaksaan harus melaksanakan Putusan Pengadilan Tinggi No 35/PID/TPK/2011/PT.DKI.

Yang menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan dan denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan 4 bulan kepada Susno Duadji.

"Kasasi ditolak, jadi kembali ke pengadilan sebelumnya. Maka eksekusi kan jaksa wewenangnya. Jadi kita serahkan ke jaksa saja," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA), Ridwan Mansyur di Gedung MA, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2013).

Putusan Pengadilan Tinggi No 35/PID/TPK/2011/PT.DKI juga menghukum terdakwa dengan uang pengganti sebesar Rp4.208.898.749. Ini merubah putusan putusan PN yang menetapkan uang pengganti 4.000.000.000.

Sementara mengenai fatwa, kata dia, hingga saat ini belum ada yang mengajukan ke MA, baik dari pihak Susno maupun Kejari Jaksel.

"Fatwa sampai sekarang belum ada, namanya mengajukan fatwa kan hak. Itu melalui proses. Nanti kalau prosedur fatwa itu diajukan ke MA, ke pimpinan akan didelegasikan ke pimpinan kamar sesuai perkara," katanya.

Selanjutnya, kata dia, ketua kamar pidana akan membentuk tim. Tim itu bisa majelis atau tim biasa. "Fatwa biasanya dijawab atau tidak. Bisa berbentuk tertulis atau penyampaian saja," ungkapnya.

Seperti diketahui, tim kuasa hukum mantan Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji berencana meminta fatwa Mahkamah Agung terhadap putusan Susno. Pihak kuasa hukum Susno menganggap putusan Susno itu multitafsir.

Tim kuasa hukum Susno berharap fatwa MA nantinya bisa memberikan kepastian hukum terhadap putusan mantan Kabareskrim tersebut.

Susno Duadji merupakan terpidana korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat. Mahkamah Agung (MA) menguatkan putusan bahwa Susno terbukti bersalah, dan dijatuhkan hukuman 3 tahun 6 bulan penjara.

Susno menolak eksekusi Kejaksaan dengan alasan putusan kasasi di Mahkamah Agung tidak mengamanatkan hukuman badan terhadapnya. Hal demikian dia sampaikan melalui rekaman video yang diunggah ke Youtube, Kamis 10 April 2013.

Susno menolak menjalani eksekusi setelah petikan putusan Mahkamah sudah berada di tangannya. Dikatakan Susno, dalam putusan kasasi itu, tidak ada perintah bahwa dirinya harus dipenjara. Yang ada hanyalah menolak permohonan eksekusi serta membebankan biaya perkara kepadanya.

Susno pun beralasan, putusan Pengadilan Negeri pada Maret 2011 tidak mencantumkan Pasal 197 Ayat 1 huruf k yang intinya tetap ditahan.

Bahkan putusan Mahkamah Agung pada November 2012 sama sekali tidak menyatakan dirinya bersalah. Atas dasar itu, Susno menilai putusan itu batal demi hukum. Kini, status Susno pun berstatus buron pasca gagalnya eksekusi yang dilaksanakan Kejaksaan di kediaman Susno, Bandung beberapa waktu lalu.



(kri)

views: 3.287x

 

shadow