Sosial & Budaya

6 nama baru di buku ajar Kurikulum 2013

Ratih Keswara

Senin,  29 April 2013  −  16:08 WIB
6 nama baru di buku ajar Kurikulum 2013
Ilustrasi (Istimewa)

Sindonews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat sejumlah terobosan dalam menyiapkan buku ajar pada kurikulum 2013. Hal yang paling kentara terdapat pada buku ajar SD. Supaya lebih meng-Indonesia, materi dalam buku ajar tak lagi didominasi oleh nama Budi.

"Kemendikbud menggunakan enam nama yang akan dipakai dalam buku ajar kurikulum 2013. Dimana ke-enam nama tersebut diharapkan menjadi representasi dari wilayah-wilayah yang ada di Indonesia,” terang Wamendikbud RI bidang Pendidikan, Prof. Musliar Kasim di Yogyakarta, Senin (29/4/2013).

Keenam nama yang digunakan dalam buku ajar kurikulum 2013 yakni Edo, Beni, Udin, Siti, Lina, dan Dayu. Nama-nama tersebut diambil dari berbagai bagian Indonesia.

Nama-nama tersebut, jelas Musliar, akan memperkuat pemahaman murid terhadap etnik-etnik yang ada di Indonesia. Karena menurutnya, selama bertahun-tahun materi buku ajar siswa SD di dominasi nama Budi dan Wati yang lebih kental dengan etnik Jawa.

”Penggunaan nama-nama tersebut dalam buku ajar kurikulum 2013 tidak asal pilih. Tim penyusun buku telah memikirkannya sedemikian rupa,” terang Musliar.

Musliar menambahkan, buku ajar dalam kurikulum 2013 juga disusun se-efektif mungkin muatannya. Oleh karenanya, buku tersebut sifatnya tematik terpadu, bukan lagi berdasarkan mata pelajaran seperti sebelumnya.

”Bisa jadi satu buku selesai dibahas selama tiga minggu atau kurang. Pokoknya murid tidak perlu lagi bawa buku banyak-banyak ke sekolah. Sehari cukup dua buku saja. Belajarnya pun sesuai dengan tema yang sedang diajarkan para guru,” jelas Musliar.

Buku tematik terpadu tersebut, terang Musliar, merupakan buku pertama yang pernah ada. Bahkan di Singapura, katanya, meski rata-rata bukunya sudah tematik hanya masih berdasarkan mata pelajaran.

”Yang membuat Singapura unggul para pengajarnya berkompeten dan masih di atas kita (Indonesia),” jelasnya. Di samping buku paket, pihaknya juga akan membuat buku pegangan yang akan diberikan kepada semua guru.

 

(kri)

IJTI perdalam idealisme jurnalis yang positif

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengadakan Bulan Jurnalistik dengan beragam acara yang bertujuan…

 

shadow