Hukum

Inilah sepak terjang Susno Duadji

Rendra Saputra

Kamis,  25 April 2013  −  04:17 WIB
Inilah sepak terjang Susno Duadji
Susno Duadji (dok Istimewa)

Sindonews.com - Susno Duadji, sosok jenderal bintang tiga yang kini menjadi pusat perhatian publik setelah dinyatakan akan dijebloskan ke penjara oleh Kajati DKI Jakarta dan Kajati Jawa Barat terkait kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan kasus dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. Lantas siapakah Susno Duadji?.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Sindonews dari berbagai sumber, Komjen Pol Drs Susno Duadji, S.H, M.Sc. lahir di Pagar Alam, Sumatera Selatan, 1 Juli 1954. Artinya kini ia sudah berusia 59 tahun.

Susno adalah anak kedua dari delapan bersaudara. Ayahnya bernama Duadji, seorang sopir, dan ibunya, Siti Amah seorang pedagang kecil. Susno memiliki isteri bernama Herawati dan bapak dari dua orang putri.

Dari segi pendidikan, Susno Duadji adalah polisi yang telah banyak mengenyam berbagai pendidikan. Pendidikan yang telah dia jalani antara lain S-1 Hukum dan S-2 Manajemen di PTIK, dan Sespati Polri.

Susno juga mendapat kursus dan pelatihan di antaranya Senior Investigator of Crime Course (1988), Hostage Negotiation Course (Antiteror) di Universitas Louisiana AS (2000), Studi Perbandingan Sistem Kriminal di Kuala Lumpur Malaysia (2001), Studi Perbandingan Sistem Polisi di Seoul, Korea Selatan (2003), serta Training Anti Money Laundering Counterpart di Washington, DC, AS. Dirinya juga  sudah mengunjungi hampir 90 negara untuk belajar menguak kasus korupsi.

Karirnya mulai meroket ketika dia dipercaya menjadi Wakapolres Yogyakarta dan berturut-turut setelah itu Kapolres di Maluku Utara, Madiun, dan Malang. Susno mulai ditarik ke Jakarta ketika ditugaskan menjadi kepala pelaksana hukum di Mabes Polri dan mewakili institusinya membentuk KPK pada tahun 2003.

Tahun 2004 dia ditugaskan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK ). Sekitar tiga tahun di PPATK, Susno kemudian dilantik sebagai Kapolda Jabar.

Baru pada 24 Oktober 2008, jabatan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Kabareskrim) baru disematnya menggantikan Bambang Hendarso Danuri.

Kode Susno sejak itu dikenal dengan Truno 3, atau orang nomor tiga paling berpengaruh di Polri setelah Kapolri dan Wakapolri.

Kontroversi Susno Duadji

Susno Duadji pernah juga menjadi buah bibir masyarakat Indonesia setelah pernyataan Susno yang berbunyi "Ibaratnya di sini buaya disitu cicak. Cicak kok melawan buaya" telah mencuat. Akibat dari pernyataan ini muncul istilah "cicak melawan buaya" yang sangat populer.

Istilah ini juga memicu gelombang protes dari berbagai pihak dan membuat banyak pihak yang merasa anti terhadap korupsi menamakan diri mereka sebagai Cicak dan sedang melawan para "Buaya" yang diibaratkan sebagai Kepolisian.

Kode "Truno 3" yang disebut dalam percakapan yang disadap oleh KPK sehubungan dengan kasus Bank Century juga menjadi kontroversi dirinya, termasuk pernyataan Susno yang berbunyi ”Jangan Pernah Setori Saya” juga sangat terkenal saat beliau menjabat sebagai Kapolda Jabar.

Pada tanggal 5 November 2009, Susno Duadji menyatakan mundur dari jabatannya. Baru, pada 24 November 2009, Kapolri resmi memberhentikannya dari jabatan Kabareskrim.

Saat ini, Susno sedang disibukkan dengan lekatan Daftar Caleg Sementara (DCS) dari Partai Bulan Bintang (PBB). Namun, sepertinya ia akan terganjal dengan kasus hukum yang menderanya. Diketahui, kemarin Kejaksaan telah berupaya melakukan pemanggilan paksa terhadap Susno terkait kasus korupsi PT SAL, dan pengamanan Pilkada Jawa Barat tahun 2008.

Meski saat ini Susno gagal diboyong pihak Kejaksaan, bukan tidak mungkin dirinya akan kembali merasakan dinginnya lantai rumah tahanan. Kita tunggu saja cerita si anak sopir itu selanjutnya.

Berikut riwayat karir Susno Duadji;

Pama Polres Wonogiri (1978)
Kabag Serse Polwil Banyumas (1988)
Waka Polres Pemalang (1989)
Waka Polresta Yogyakarta (1990)
Kapolres Maluku Utara (1995)
Kapolres Madiun (1997)
Kapolresta Malang (1998)
Wakapolwiltabes Surabaya (1999)
Wakasubdit Gaktip Dit Sabhara Polri (2001)
Kabid Kordilum Babinkum (2001)
Kabid Bid Rapkum Div Binkum Polri (2002)
PATI (Dalam rangka tugas luar) Formasi Mabes Polri Wakil Kepala PPATK (2004)
Kapolda Jabar (2008)
Kabareskrim (2009)

 

(rsa)

 

shadow