Politik

Mengintip biaya kampanye politikus Senayan

Slamet Riadi

Senin,  22 April 2013  −  16:18 WIB
Mengintip biaya kampanye politikus Senayan
Gedung MPR/DPR, (SINDOphoto).

Sindonews.com - Menjadi politikus Senayan tidaklah mudah, butuh banyak modal yang harus dikeluarkan, terlebih  menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Bahkan untuk menjadi anggota DPR, bisa menghabiskan dana hingga miliaran rupiah.

Politikus dari Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku, agak berbeda dengan teman-temannya di DPR, pasalnya untuk duduk di kursi empuk DPR RI, dia akui hanya menggelontorkan dana sekira ratusan juta rupiah.

"Aku kemarin termasuk caleg yang paling ringan, enggak sampai Rp400 juta. Biaya termahal adalah penggalangan massa, kaos, baliho, dan lain-lain," ujar Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2013).

Diakuinya, tak hanya dana kampanye, calon anggota DPR membutuhkan akomodasi yang cukup banyak. Ruhut menuturkan, ketika kampanye tentu mengeluarkan biaya tinggi, namun hal itu tidak dialaminya. "Satu kepala saja Rp50 sampai Rp100 ribu. Kawan-kawan  aku rata-rata begitu, itulah yang bikin mereka pusing," ucapnya.

Sementara Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari mengakui, pada Pemilu 2009, dirinya menghabiskan dana hingga satu Rp1 miliar. Hajri mengaku, dana sebesar itu digunakan membeli tanah untuk membangun studio radio untuk Kabupaten, Karang Anyar, Sragen dan Wonogiri dan satu kantor Hajriyanto Center.

"Sisanya saya gunakan untuk kampanye yaitu Rp575 juta. Itu untuk mutar-mutar selama empat bulan ke dusun-dusun untuk makan dan snack," urainya.

Wakil Ketua MPR ini mengaku, selama menjadi caleg tidak pernah melaksanakan kampanye akbar, bahkan di tingkat kecamatan saja tidak pernah, sehingga dana yang dibutuhkan tidak terlalu besar.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada Pemilu 2014 mendatang, dirinya optimis bisa kembali menjadi legislator di Senayan, dengan modal kurang dari Rp1 miliar. "Saya rasa sekitar segitu juga (Rp575 juta)," pungkasnya.

 

(maf)

 

shadow