Sosial & Budaya

Komisi X DPR pertanyakan program kurikulum Kemendiknas

Neneng Zubaidah

Selasa,  26 Maret 2013  −  21:08 WIB
 Komisi X DPR pertanyakan program kurikulum Kemendiknas
Mendiknas M Nuh (Dok Okezone)

Sindonews.com - Panitia Kerja (Panja) Kurikulum mempertanyakan program di kurikulum baru dan juga jenis belanja lainnya yang berbunyi mata anggaran kurikulum 2013.

Jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak memberi kejelasan, Panja Kurikulum mengancam tak memberi persetujuan untuk menurunkan anggaran kurikulum senilai Rp2,491 triliun.

Anggota Panja Kurikulum Komisi X DPR Jefirstson R. Riwu Kore menyatakan, anggaran yang masih tertulis generic harus diperjelas menjadi anggaran yang sesuai dengan program yang ada.

"Apakah boleh ada anggaran yang dalam nomenklaturnya tidak menyebutkan secara jelas kurikulum tetapi digunakan untuk kurikulum. Kalau bisa secara aturan tidak masalah, tapi kalau tidak harus mencari solusi yang lain," tegas politikus Partai Demokrat pada Rapat Kerja Panja Kurikulum dengan Kemendikbud di Senayan, Selasa (26/3/2013).

Sementara, Anggota Panja Kurikulum Komisi X DPR Ferdiansyah menuduh pemerintah tidak cermat dalam penyusunan anggaran kurikulum karena nilainya yang selalu berubah-ubah. Dia menjelaskan, anggaran kurikulum yang disetujui hanya Rp648,4 miliar yang sudah termasuk untuk membeli buku hingga pelatihan guru.

Tapi belakangan anggaran itu mengalami dua kali perubahan yang spektakuler. Karena setelah rapat kerja dengan Wamendikbud Musliar Kasim, anggaran tiba-tiba melonjak jadi Rp1,4 triliun. Politikus Golkar ini menyebut perubahan ini sangat spektakuler sehingga harus dibahas lagi dalam beberapa pertemuan.

Anggota Panja Kurikulum Komisi X DPR Itet Tridjajati Sumarijanto berpendapat, sebaiknya kurikulum tidak dilaksanakan tahun ini melainkan hanya sekedar uji coba saja. Itet mengungkapkan, fraksi-fraksi di DPR memang menyetujui adanya perubahan kurikulum namun persetujuan itu masih disertai catatan.

"Persetujuan itu pun belum mencakup soal waktu implementasi. Yang perlu diingat, saat itu belum ada kesepakatan soal waktu pelaksanaan. Apa tidak sebaiknya ini diujicobakan terlebih dahulu," tanya Itet.

Hal yang sama juga diungkapkan Politisi Golkar yang juga anggota Panja Kurikulum Oelfah A Syahrullah Harmanto yang dengan tegas mengaku siap mendukung perubahan kurikulum untuk menjawab tantangan zaman namun dengan catatan tidak diterapkan tahun ini.

(kri)

views: 682x

 

shadow