Hukum

Imigrasi Jaksel deportasi warga negara China & Korea

Alif Ahmad

Senin,  25 Maret 2013  −  20:24 WIB
Imigrasi Jaksel deportasi warga negara China & Korea
Ilustrasi (Okezone)

Sindonews.com - Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (Jaksel) mendeportasi dua warga negara asing karena melakukan penyalahgunaan izin tinggal dan memberikan keterangan bohong.

Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Maryoto Sumadi menyebutkan, dua orang warga negara asing tersebut ialah seorang perempuan bernama Zao Lei warga negara China dan pria bernama Kang Sung Hoon berkewarganegaraan Korea Selatan.

"Kang Sung Hoon telah kita deportasi tanggal 23 Maret lalu, dan Zhao Lei dideportasi tanggal 25 maret pukul 20.20 WIB melalui Bandara Sukarno Hatta," katanya kepada wartawan di Kantor Imigrasi, Jakarta Selatan (25/3/2013).

Tidak hanya dideportasi, imbuh Maryoto, kedua WNA tersebut juga dilakukan penangkalan selama enam bulan tidak boleh masuk Indonesia. Warga negara Korea Selatan Kang Sung Hoon tersebut pada tanggal 14 Maret lalu mengajukan permohonan perpanjangan izin tinggal visa on arrival di Kantor Imigrasi Jaksel dengan mencantumkan alamatnya di Apartemen Brawajaya Tower I/604 Kebayoran Baru, Jaksel.

Pada tanggal 19 Maret petugas bidang pengawasan dan penindakan menyelidiki alamat tersebut, akan tetapi yang bersangkutan tidak ada tinggal di apartemen tersebut. "Itulah penyebabnya dia dideportasi, karena berbohong terkait tempat tinggalnya," ujarnya.

Ditambahkannya, pada tanggal 20 Maret 2013 pihaknya melakukan pemanggilan dan pada tanggal 22 maret 2013 petugas melakukan pemeriksaan terhadan Kang Sung Hoon.

"Hasilnya dia mengaku kedatangannya ke Indonesia bertujuan untuk bermain Golf, dan dia beralasan tempat tinggal yang dicantumkan itu melalui bantuan temannya Mr. Kim," katanya.

Dia menjelaskan, dari hasil penyelidikan tersebut Kang Sung Hoon telah melanggar Pasal 123 Undang-Undang (UU) No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian. Pada tanggal 23 maret 2013 pihaknya lansung melakukan tindakan administratif dengan mendeportasi Kang Sung Hoon ke negara asalnya.

Sementara itu kesalahan yang dilakukan warga negara China Zao Lei adalah tidak melaporkan pekerjaan tambahannya sebagai guru di Minds Preschool. Dia menyebutkan, Zao Lei tersebut datang ke Indonesia pada bulan Januari lalu, yang disponsori oleh PT Bangun Karya Selaras, dan diketahui sebagai marketing advisor pada perusahaan tersebut.

"Dari data Kartu Isin Tinggal Terbatas dia hanya bekerja di perusahaan tersebut, namun dia merangkap jadi guru tanpa izin," tandas Maryoto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, menurut Maryoto, Zao Lei telah melakukan pelanggaran keimigrasian sebagai mana yang tercantum dalam Pasal 122 huruf a UU No. 6 2011. Dimana dia telah melakukan penyalahgunaan izin tinggal dengan melakukan kegiatan bekerja di Mighty Preschool tanpa izin.

"Atas pelanggaran administratif itulah Zao Lei dideportasi, dan dilakukan penangkalan selama enam bulan," katanya.

 

(kri)

 

shadow