Hukum

KPK harus berani selidiki indikasi keterlibatan Ibas

KPK harus berani selidiki indikasi keterlibatan Ibas
Pengamat Politik Unair Airlangga Pribadi.(Dok.Pribadi)

Sindonews.com - Desakan Komisi III DPR RI kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri kebenaran kabar yang menyebut putera bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima aliran dana seharusnya diapresiasi dengan baik.

Menurut pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Airlangga Pribadi, ini adalah sebuah tantangan bagi KPK untuk membuktikan jika lembaganya kebal terhadap intervensi kekuasaan.

"Di tengah spektisisme publik bahwa KPK tengah menghadapi tekanan kekuasaan, maka keberanian institusi tersebut memeriksa Ibas akan menepis kecurigaan publik atas persoalan independensi lembaga tersebut," ujar Airlangga kepada Sindonews, Sabtu (2/3/2013).

Seperti diketahui, anggota Komisi III DPR RI dari Partai Gerindra Martin Hutabarat mulai melempar desakan agar KPK menyelidiki aliran dana kasus korupsi proyek Hambalang.

Dia meminta kepada KPK untuk secepatnya memeriksa Anas Urbaningrum dan menyelidiki keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang diduga juga menerima uang dari proyek Hambalang itu.

"KPK perlu mengembangkan penyelidikan terkait keterangan Anas Urbaningrum akan adanya aliran uang dari Nazaruddin ke Sekjen Partai Demokrat. KPK perlu secepatnya menelusuri kebenaran tudingan Anas tersebut, " ujar Martin.


(lns)

views: 1.313x

 

shadow