Politik

Kasus pajak Cikeas merebak, SBY dinilai panik

Slamet Riadi

Kamis,  7 Februari 2013  −  15:55 WIB
Kasus pajak Cikeas merebak, SBY dinilai panik
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (dok: ist)

Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan Fuad Bawazir diduga memiliki rekam jejak yang kurang baik. Atas dasar inilah dirinya membatalkan untuk mengangkat yang bersangkutan bergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra menyayangkan ungkapan Presiden SBY tersebut. Menurutnya, pengungkapan nama tidak sepatutnya dilontarkan oleh SBY. Pasalnya, ungkapan tersebut dapat menjatuhkan kewibawaan seseorang.

Namun demikian, anggota Komisi III DPR ini dapat memahami, bahwa ungkapan seperti itu sebagai bentuk kepanikan SBY terhadap polemik seputar kasus pajak yang melibatkan keluarganya.

"Menurut saya, sikap SBY tersebut refleksi kekalapan SBY atas terbongkarnya dugaan skandal pajak keluarganya," kata Indra saat dihubungi wartawan, Kamis (7/2/2013).

Seperti diberitakan, pernyataan Presiden SBY di Jeddah, Arab Saudi menyebut nama  aktivis Adhie Massardi, Ratna Sarumpaet, dan Fuad Bawazier. Pernyataan ini disampaikan terkait pihak yang membocorkan kasus pajak pihak keluarganya seperti yang ditulis dalam harian The Jakarta Post.

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu merasa prihatin terhadap tuduhan menyangkut persoalan pajak yang dialamatkan ke keluarganya itu.

(mhd)

views: 1.397x

 

shadow