Olympic

Pemuda pelopor harus bangkitan olahraga

Edi Yuli

Selasa,  30 Oktober 2012  −  10:03 WIB
Pemuda pelopor harus bangkitan olahraga
Ilustrasi / Ist

Sindonews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng antusias saat mengikuti peringatan nasional Hari Sumpah Pemuda (SHP) ke-84 di Palu, Sulawesi Tengah,Minggu (28/10).

Andi menegaskan,pemuda merupakan tulang punggung yang ikut menjadi pelopor kemajuan prestasi olahraga di Tanah Air. Andi tak menepis telah banyak atlet muda Indonesia bermunculan dalam upaya mereka meraih prestasi gemilang pada multieventolahraga,seperti SEA Games maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).

 “Saat ini olahraga dan pemuda tak bisa dipisahkan.Kita lihat di SEA Games 2011 dan PON 2012,yang sukses meraih medali emas adalah atlet-atlet muda.Bisa dibilang kebangkitan olahraga kita beberapa tahun terakhir dipelopori pemuda,”ujar Menpora, sebelum memimpin puncak peringatan HSP.

Menpora optimistis makin banyak atlet muda Indonesia berprestasi di berbagai eventolahraga,baik nasional maupun internasional.Dengan catatan,mereka mendapat pembinaan yang baik dari pihakpihak terkait dan pemerintah.Pihaknya pun mengimbau pemerintah daerah agar terus meningkatkan pembinaan atlet-atlet muda di daerah masing-masing.

Sementara pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menyiapkan Program Indonesia Emas (Prima) untuk memaksimalkan pembinaan dan meningkatkan prestasi olahraga.

“Jangan sampai ada alih fungsi,seperti sarana olahraga dijadikan mal atau gedunggedung. Semakin banyak gelanggang olahraga,anak muda bisa menyalurkan energi mereka secara positif.Aktivitas itu juga bisa mengurangi tawuran yang marak saat ini,”tandas Menpora. Menyinggung soal generasi saat ini,Andi meminta agar mereka siap menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi terdahulu.

”Setiap zaman menghadirkan tantangan yang berbeda.Kita tidak lagi berjuang dengan bambu runcing,melainkan dengan senjata kemandirian,kreativitas,dan daya saing yang tinggi,”tandasnya.

Andi mengatakan,dalam jangka pendek, pemuda Indonesia harus bersiap menghadapi tantangan terkait penetapan ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015.Apabila AEC tercapai,ASEAN akan menjadi pasar tunggal di mana terjadi arus barang,jasa, investasi,tenaga terampil yang bebas,hingga derasnya arus modal lintas negara ASEAN.

”Dengan terbentuknya pasar tunggal yang bebas,dengan sendirinya akan terbuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasarnya di kawasan ASEAN,” ujarnya.

Namun,Andi mengingatkan era komunitas ASEAN—yang mencakup komunitas keamanan,ekonomi,dan sosial budaya—juga menuntut kesiapan untuk bekerja sama dengan beragam komunitas dari berbagai negara.

Jika saat ini kompetisi melibatkan 240 juta penduduk Indonesia, pada 2015,kompetisi semakin ketat karena melibatkan 600 juta penduduk ASEAN. ”Tapi,saya optimistis pemuda Indonesia mampu memenangkan pertarungan di era global.Hanya,sebelum berkiprah di tingkat ASEAN,pesan saya,perbaiki dulu Indonesia,”sebut Andi.

Selain memantapkan kemandirian,isu penting terkait peningkatan daya saing adalah mengembangkan kreativitas pemuda agar sejalan dengan tuntutan nilai-nilai baru komunitas internasional.Nilai-nilai baru yang perlu diantisipasi di antaranya berkaitan dengan sistem komunikasi,pengelolaan struktur kerja sama,pengakuan terhadap perbedaan budaya,dan gaya hidup.

(wbs)

views: 1.025x

 

shadow