Hot Topic Profil Partai Politik Indonesia 2014
Hot Topic Kemelut Demokrat

Hukum

Ada paraf Kapolri diproyek Korlantas

Ronald Steven

Senin,  24 September 2012  −  19:21 WIB
Ada paraf Kapolri diproyek Korlantas
Kapolri Timur Pradopo (istimewa)

Sindonews.com - Mabes Polri membantah bahwa Kapolri Jenderal Timur Pradopo mempunyai peran penting dalam pelolosan PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) sebagai calon pemenang tender proyek pengadaan alat driving simulator kendaraan dengan nilai kontrak Rp 142,4 miliar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan, Timur Pradopo memang ikut menandatangi proyek tersebut, namun itu dilakukan setelah proses pelelangan berlangsung.

"Itu sudah prosedur administrasi," tegasnya, dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Ia menjelaskan, dalam Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 kalau proyek di atas Rp100 miliar secara administrasi harus diketahui oleh pengguna anggaran. Pengguna anggaran di Polri adalah Kapolri.

"Jadi itu bukan surat penunjukkan langsung. Itu sudah melalui lelang dulu," kata Boy.

Boy membantah jika kemudian Timur disebut-sebut ikut terlibat memenangkan tender dan mendapatkan fee.

Sebelumnya, kabar Kapolri melakukan penunjukkan langsung mencuat setelah munculnya pemberitaan di media massa nasional yang menyatakan telah memperoleh dokumen berupa surat keputusan Kepala Kepolisian Republik Indonesia bernomor Kep/193/IV/2011 tertanggal 8 April 2011. Isinya berisi Penetapan Pemenang Lelang Pengadaan Driving Simulator R4 (roda empat).

Surat diteken Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo selaku pengguna anggaran dan menetapkan Citra Mandiri Metalindo Abadi sebagai calon pemenang tender dengan nilai kontrak Rp 142,4 miliar.

Surat keputusan ini juga diparaf sejumlah pejabat tinggi kepolisian. Prosesnya berurut dari surat Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Djoko Susilo sebagai konseptor, lalu diparaf Kepala Sekretariat Umum, Asisten Kapolri Bidang Sarana dan Prasarana.

Kemudian Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Pengembangan, terakhir dua pejabat memberi paraf, yakni Inspektur Pengawasan Umum dan Wakil Kepala Polri.

 

(ysw)

 

shadow