
Koran SINDO
Sindonews.com - Aparat Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri berhasil meringkus delapan terduga teroris hidup-hidup di sejumlah lokasi di Kota Solo. Dalam penggerebekan yang dilakukan mulai Sabtu dini hari hingga pukul 11.00 WIB, mereka juga menemukan sejumlah rangkaian bom yang beberapa di antaranya langsung diledakkan di rumah terduga teroris.
Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo memastikan seluruh terduga teroris tersebut merupakan jaringan lama dan terkait dengan jaringan Solo, Depok, dan Tambora. Dia bersyukur semua proses penangkapan itu berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan korban jiwa, baik dari aparat kepolisian maupun terduga teroris.
"Yang paling menonjol dari temuan itu ada lima jenis bahan peledak yang siap diledakkan, kemudian beberapa yang sedang dilakukan analisis karena sangat membahayakan. Jadi kita tunggu perkembangannya nanti," ujar Timur di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta.
Penangkapan para terduga teroris diawali penyergapan Rudi Kurnia Putra (45), Sabtu 22 September 2012 dini hari. Tim Densus 88 meringkusnya saat yang bersangkutan berada di Jalan Kampung Griyan setelah membuntutinya dari halte bus Kleco.
"Saat itu dia berjalan kaki, ciri-cirinya tinggi 160 cm dan memakai kaus krem.Tiba-tiba dipukul dari belakang oleh pengendara sepeda motor. Setelah jatuh, kemudian dimasukkan mobil. Kami yang ingin menolong malah dibentak agar jangan ikut campur. Ada tiga sepeda motor yang menguntitnya dari belakang dan sebuah mobil," terang saksi mata Srihono.
Penangkapan Rudi kemudian diikuti rentetan penangkapan lain. Baderi Hartono (45), warga RT 05/RW X, dibekuk seusai salat subuh di Masjid Al Huda, sekitar pukul 05.30 WIB.
Sekitar pukul 09.30 WIB, Densus juga menjemput kakak iparnya, Ngubaidi. Istri Baderi, yakni Hanifah, beserta beberapa anaknya yang masih kecil diamankan petugas, sedangkan ibu kandung Baderi, Ny Ngali, dititipkan ke RS.
Di rumah Baderi, polisi mengamankan barang bukti berupa detonator rakitan 11 buah, pipa yang sudah terbentuk berdiameter 10 cm dan panjang 1,5 meter, buku-buku jihad, 4 bilah pedang dan 3 pucuk senjata api laras panjang. Sekitar pukul 08.00 WIB, Densus menjemput Chomadi (43), di rumahnya, Jalan Lempuyangan II A, RT 07/RW X, Kampung Griyan.
Dua anggota keluarganya yang sudah manula juga diamankan ke RS. Di rumah Chomadi inilah tim anggota Gegana meledakkan bom rakitan yang tersimpan di dalamnya. Akibat ledakan tersebut, satu rumah rusak berat dan dua lainnya rusak ringan.
Selain lima orang itu, tim Densus meringkus tiga terduga teroris lainnya tanpa kesulitan. Durrahman, anggota Jemaah Anshorut Tauhid (JAT), digelandang polisi saat dirinya mengabadikan gambar di lokasi penangkapan di Griyan. Fajar Novianto ditangkap di jalan dekat rumahnya di kawasan Purwosari, Laweyan, Solo.
Di Pasar Hardjodaksino, tim Densus menciduk terduga teroris Priyanto saat dirinya tengah berdagang. Seorang lagi yang belum diketahui identitasnya dijemput Densus di Bacem, Sukoharjo.
(san)