Politik

Pilkada nasional ancam stabilitas sosial

Koran SINDO

Minggu,  26 Agustus 2012  −  09:30 WIB
Pilkada nasional ancam stabilitas sosial
Ilustrasi (Istimewa)

Sindonews.com - Pemilihan Umum Kepala daerah (Pilkada) serentak secara nasional yang digagas pemerintah dan sejumlah parpol dinilai bisa berbahaya bagi stabilitas sosial politik nasional. Karena itu, wacana pilkada serentak ini perlu dianalisis mendalam apakah berbasis nasional atau regional.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto mengatakan, pilkada serentak secara nasional sangat berbahaya bagi dampak stabilitas sosial politik, lantaran kedewasaan masyarakat di daerah-daerah dalam menerima hasil pilkada berbeda-beda. Jika pilkada serentak secara nasional, bisa saja membuat banyak sengketa dan banyak kerusuhan.

“Makanya, pilkada serentak ini perlu dikaji mendalam apakah berbasis nasional ataukah regional. Bagi kami, pilkada serentak berbasis provinsi lebih baik,” ujarnya di Jakarta, Sabtu 25 Agustus 2012.

Bima mengakui bahwa pilkada serentak dapat berarti positif dalam dua hal, yakni dalam penghematan biaya dan positif untuk mengatasi kejenuhan akibat banyaknya pemilu. Namun pilkada serentak ini tidak akan baik jika digabung dengan pemilu nasional, karena jika pemilu nasional dan pemilu lokal disatukan akan membuat sistem dan proses pemilu tidak fokus.

Bima juga mengingatkan untuk penerapan pilkada serentak, perlu diatur dengan baik fase transisi menuju keserentakan. "Jangan sampai pengaturan pilkada serentak menimbulkan gejolak dan politisasi. Sebab penunjukan plt (pelaksana tugas kepala daerah) rawan politisasi dan isu netralitas,” terangnya.

Menurut dia, pilkada serentak dapat saja menimbulkan masalah terkait lamanya jabatan plt. Sebab kewenangan pejabat plt sangat terbatas lantaran tidak dapat mengambil kebijakan strategis. Dalam hal ini, terang dia, PAN menilai bahwa problem pengunduran ataupun penambahan masa jabatan kepala daerah bisa diatasi dengan menyesuaikan waktu serah terima jabatan (sertijab) kepala daerah terpilih.

Sementara itu, pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhatadi mengatakan, pilkada serentak memiliki nilai positif karena dapat mengatasi masalah kelangkaan SDM atau figur kepala daerah yang baik. Sebab, pilkada serentak akan memaksa parpol menyiapkan sumber daya calon terbaik di tiap-tiap daerah secara bersamaan.

“Pilkada serentak mungkin saja bisa memacu partai politik untuk bekerja keras memberikan calon terbaik untuk meraih kemenangan di pilkada-pilkada. Apalagi dalam pilkada faktor figur sangat kuat dalam menentukan kemenangan,” ungkapnya.

 

(lil)

IJTI perdalam idealisme jurnalis yang positif

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengadakan Bulan Jurnalistik dengan beragam acara yang bertujuan…

 

shadow