Timur Tengah

Sinetron Omar picu perdebatan di Arab

Marina Arikha

Selasa,  21 Agustus 2012  −  18:00 WIB
Sinetron <i>Omar</i> picu perdebatan di Arab
(Ilustrasi)

Sindonews.com - Drama televisi produksi Qatar berjudul Omar yang menceritakan para khalifah dan sahabat Nabi, menuai kecaman sekaligus pujian.
 
Seperti dilansir Reuters, Selasa (21/8/2012), sebuah drama televisi mengenai kehidupan pemimpin Muslim pada abad ke-7, Khalifah Omar Ibn al-Khattab atau Umar Bin Khatab itu telah memicu perbedaan pendapat di wilayah Arab.
 
Sebagian masyarakat menantang keyakinan luas bahwa tokoh-tokoh Islam yang sentral tidak dapat digambarkan oleh aktor. Para ulama konservatif mengecam serial yang diputar selama bulan Ramadan itu.
 
Sementara para akademisi melihat tren sebaliknya, sedangkan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab secara terang-terangan menolak menontonnya.
 
Namun di media sosial di seluruh wilayah Arab, Omar mendapatkan pujian dari banyak penonton Muslim. Mereka mengagumi serial itu karena menceritakan periode yang penting dalam sejarah Islam.
 
Beberapa pihak menyebut Omar membawa pesan bagi dunia Arab setelah dilanda perubahan politik akibat pemberontakan yang terjadi tahun lalu.

 

(rik)

 

shadow