Sosial & Budaya

Hasil uji kompetensi guru mengecewakan

Koran SINDO

Sabtu,  4 Agustus 2012  −  07:30 WIB
Hasil uji kompetensi guru mengecewakan
Ilustrasi (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Di tengah kritikan akibat pelaksanaan yang kacau, hasil ujian kompetensi guru (UKG) juga tidak menggembirakan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkapkan, hasil UKG mencapai nilai 44,5 atau di bawah rata-rata nasional.

Mendikbud Mohammad Nuh mengungkapkan, jumlah guru yang mengikuti UKG hingga hari ketiga sebanyak 243.619 guru. Skor yang diperoleh ratarata 44,55 dan nilai maksimal tidak ada yang mencapai 100, yakni 91,12. Nilai ini tidak jauh beda dengan rata-rata nilai uji kompetensi awal (UKA) beberapa waktu lalu,yakni 42.

Lebih memprihatinkan lagi, skor paling rendah ditemui di UKG bahasa Indonesia. "Padahal, bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi bangsa. Ini memprihatinkan sekali," kata Nuh di Gedung Kemendikbud, Jakarta, kemarin.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu melanjutkan, nilai rata-rata 44,5 tersebar di 316 kabupaten/kota, di antaranya Kabupaten Bolang Mongondow Timur (Sulawesi Utara).

Adapun daerah yang mendapat nilai di atas rata-rata tersebar di 92 kabupaten/kota antara lain Kabupaten Purworejo dan Wonosobo (Jawa Tengah). Mantan Rektor ITS itu tidak percaya bahwa pelaksanaan UKG yang gagal akibat kesalahan teknologi. Pasalnya, peserta ujian sudah terdata melalui nomor unik tenaga pendidik dan kependidikan (NUPTK).

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mempersilakan Kemendikbud mengumumkan rendahnya kemampuan guru dengan cara apa pun.

Namun pihaknya bersikukuh bahwa hasil UKG belum dapat menggambarkan kompetensi guru yang komprehensif. Dia mengungkapkan, banyak guru yang baru mengerjakan beberapa butir soal lalu koneksinya terputus dan dia ditetapkan melalui sistem mendapatkan nilai akhir jelek.

 

(san)

 

shadow