
Koran SINDO
Sindonews.com - Ramadan merupakan momen untuk meningkatkan ibadah, sekaligus memperkuat persatuan bangsa. Di tengah beragam gangguan disintegrasi dan perubahan tatanan dunia global, persatuan harus dijaga.
Demikian diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara buka puasa bersama di rumah dinas Ketua MPR RI Taufiq Kiemas di Jalan Widya Chandra IV Nomor 16, Jakarta.
Hadir dalam acara itu jajaran pimpinan MPR dan DPR, Ketua MK Mahfud MD, serta para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.
“Tidak ada alasan apa pun bagi bangsa yang majemuk ini tidak bisa bersatu,” kata SBY dalam pengantar buka puasa itu, tadi petang.
Menurut dia, Indonesia saat ini berada di tengah tatanan dunia yang terus berubah. Konstelasi politik global bergerak secara dinamis. Hal yang sama juga terjadi pada sistem dan kondisi perekonomian global.
Yudhoyono menjelaskan, kondisi itu mungkin saja berdampak bagi Indonesia. Namun, dampak buruk akibat situasi global itu bisa ditangkal jika Indonesia memiliki dasar kehidupan berbangsa yang kuat.
“Dasar negara tidak boleh berubah, jadi kita tidak perlu gamang menyangkut perubahan arsitektur dunia,” kata Presiden SBY, yang datang tanpa didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono.
Demikian juga dengan Taufiq Kiemas yang tidak didampingi Megawati Soekarnoputri. Menurut Yudhoyono, tantangan juga bisa muncul dari dalam negara.
Yudhoyono mengatakan, rakyat Indonesia harus memegang teguh pilar-pilar penjaga kesatuan bangsa, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Taufiq Kiemas dalam sambutannya mengatakan bahwa kesempatan berkumpul dan berbuka bersama itu bisa menjadi sarana silaturahmi untuk membahas nasib bangsa Indonesia.
Dia berharap silaturahmi para tokoh bangsa bisa memberikan harapan yang baik bagi rakyat. “Mimpi inilah yang bisa menjadi harapan rakyat,”katanya.
(lns)