
Hasan Kurniawan
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan diminta bertanggungjawab atas penembakan yang dilakukan anggota Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) saat bentrok dengan warga Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan ilir.
"Tentu saja Dahlan Iskan sebagai 'bos besar' BUMN harus bertanggung jawab secara moral atas kejadian ini," ujar Aktivis Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi saat berbincang dengan Sindonews, Rabu 1 Agustus 2012 malam.
Ditambahkan Ahie, penembakan itu dipicu sengketa lahan perkebunan tebu antara warga Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, dengan PT Perkebunan Nusantara VII Cinta Manis, Ogan Ilir. Warga sekitar mengklaim tanah perkebunan tebu itu milik nenek moyang mereka. Sementara pihak perusahaan mengklaim, tanah itu milik mereka dan sudah dibeli.
Tidak adanya kata sepakat antar dua kelompok itu membuat konflik kian meruncing yang berujung pada protes warga. Hilangnya 127 ton pupuk milik PT Perkebunan Nusantara di rayon tiga pada 17 Juli 2012, diduga menjadi pemicu dipanggilnya satuan Brimob dari Polda Sumsel.
Kemudian anggota Brimob itu melakukan patroli di kawasan perkebunan. Melihat desanya dimasuki Brimob bersenjata lengkap, warga menghadang dan menanyai anggota Brimob itu. Sempat terjadi adu mulut antara anggota Brimob dengan warga hingga berujung saling lempar batu.
Merasa terancam, anggota Brimob langsung menembaki warga dengan peluru tajam. Peluru itu mengenai kepala seorang bocah berusia 12 tahun Angga bin Darmawan, dan empat warga lainnya. Angga tewas di tempat dengan luka tembak tepat di kepala sebelah kanan.
"Polisi tidak punya alasan hukum dan moral obligation untuk membantah tidak menembaki rakyat di Ogan Ilir. Karena secara hukum di area (konflik) itu hanya polisi (Brimob) yang membawa senjata," terang Adhie.
Lebih lanjut, Adhie menjelaskan, banyak kasus penembakan oleh Brimopb di berbagai tempat konflik (agraria) adalah fakta yang sering terungkap. Tapi fakta itu sering juga dibantah polisi. Sehingga secara moral, bantahan polisi (tidak menembak Angga) kehilangan kepercayaan.
(san)