Pilgub DKI 2012

Jumat, Rhoma dan Jimly dipanggil Panwaslu

Rico Afrido

Rabu,  1 Agustus 2012  −  21:19 WIB
Jumat, Rhoma dan Jimly dipanggil Panwaslu
Ilustrasi (dok.istimewa)

Sindonews.com - Mulutmu harimaumu, mungkin ini adalah pepatah yang tepat untuk menggambarkan kasus yang menimpa Rhoma Irama dan Jimly Asshiddiqie. Keduanya dituding melontarkan kalimat SARA yang menyerang salah satu cagub/cawagub DKI. Keduanya akan dipanggil ke Panwaslu pada Jumat 3 Juli 2012 mendatang.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie terpaksa berurusan dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) karena penyataannya di sejumlah media yang tak mempermasalahkan penggunaan SARA dalam Pilgub DKI.

Selain itu, Panwaslu ingin mengkonfirmasi pernyataan soal SARA yang dikutip oleh Rhoma Irama dalam sejumlah ceramahnya. "Rhoma mulai singgung SARA," kata Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdhansyah di Hotel Oasis, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2012).

Sekedar diketahui, raja dangdut ini diduga melakukan kampanye berbau SARA saat berceramah tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu 29 Juli 2012 lalu.

Dalam ceramahnya, Rhoma dikabarkan bahwa membenarkan isu SARA digunakan dalam Pilgub DKI. Dalam ceramahnya, Rhoma juga mengimbau para jamaah untuk memilih calon pemimpin yang seiman.

Dalam hal ini, ceramah Rhoma Irama sudah memiliki unsur kampanye. Padahal, masa kampanye putaran kedua pun masih jauh.

 

(ysw)

 

shadow