
Rico Afrido
Sindonews.com - Kejayaan Partai Golkar dalam percaturan politik nasional mulai meredup. Kekalahan dalam pemilihan umum 2009 dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012, hingga ditinggalkan kadernya semakin membuktikan ramalan kehancuran Partai Golkar.
"Ya, mungkin Golkar nanti cuma akan menjadi sejarah," ujar Ketua Forum Silaturahim DPD II Partai Golkar Muntasir Hamid saat dihubungi Sindonews, Selasa 31 Juli 2012 malam.
Ditambahkan dia, ada ratusan pengurus DPD II (Tingkat Kabupaten/Kota) Partai Golkar yang akan segera hijrah ke sejumlah partai besar lainnya. Bahkan dia meramalkan, akan semakin banyak kader partai yang keluar dari Golkar dan memilih partai lain yang lebih besar dan solid.
"Ratusan pengurus DPD II Partai Golkar ini merupakan para pengurus inti Partai Golkar yang berada di luar Jakarta. Dari di Indonesia bagian Tmur, termasuk Pulau Jawa juga banyak, Aceh, dan Sumatera," terangnya.
Para pengurus DPD II Partai Golkar yang dikabarkan akan hijrah ke partai politik lainnya itu, merupakan para kader loyalis Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung.
Santer diberitakan, selain karena gamangnya kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical), perpindahan para kader Partai Golkar itu dipicu oleh kabar akan hengkangnya Akbar Tandjung ke partai lain.
"Jadi otomatis, kalau Akbar mau pindah, kita-kita di daerah ini mau ngapain lagi di Golkar," tuturnya.
Lebih jauh, Muntasir memprediksi, sepeninggalnya AKbar, Partai Golkar akan hancur dan tidak akan bisa bertahan dalam peta perpolitikan Indonesia di masa yang akan datang.
(san)