Sektor Riil

Indonesia bisa kuasai pasar kedelai di dunia

Maikel Jefriando

Sabtu,  28 Juli 2012  −  13:44 WIB
Indonesia bisa kuasai pasar kedelai di dunia
Ilustrasi

Sindonews.com - Pemerhati Tempe, Jonathan Agranoff menyarankan pemerintah agar dapat belajar dari kondisi masa lalu, kondisi kedelai di tahun 2008. Sehingga, dengan kondisi yang menurutnya hampir sama, pemerintah sudah dapat mengendalikan, bahkan mengambil peluang.

Dia menuturkan, kekeringan yang terjadi di Amerika yang selalu dijadikan alasan kenaikan harga kedelai saat ini bukan persoalan substansi. Namun, dengan perhitungan yang cermat menurut Doktor dari Inggris ini, pemerintah dapat membalikan keadaan sebagai eksportir.

"Saat ini para petani sedang berpesta pora, karena harga dunia tinggi kan, kalau pemerintah belajar, Indonesia yang bisa menguasai pasar kedelai di dunia," ungkap Jonathan pada acara Polemik Sindoradio "Memble Tanpa Kedelai" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

Dirinya mengakui sempat melihat sebelumnya roadmap dari peningkatan produksi bahan pangan dari Kementerian Pertanian tahun 2010, yang salah satunya adalah kedelai. Mestinya, jika dilaksanakan dengan baik, hal tersebut dapat terwujud. "Saya juga tidak mengetahui kendala intinya seperti apa," tegasnya.

Secara keseluruhan, Jonathan menilai sektor pertanian di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi, menurutnya pemerintah belum terlihat untuk menjamin kestabilan harga dan pasokan kedelai serta bahan pokok lainnya. "Pasti mampu swasembada lagi, hanya komitmen dari pemerintah yang dibutuhkan," pungkasnya.

Diluar itu, tempe sebagai salah satu makanan olahan dari kedelai, menurutnya adalah kebanggaan Indonesia. Dengan kandungan gizi yang sangat banyak, tempe berkualitas untuk dikonsumsi. Harusnya, pemerintah dapat kembali mencitrakan tempe sebagai makanan asil Indonesia di internasional.

"Harus dibuktikan karya-karya tangan orang Jawa ini, karena cuma di Indonesia tempe itu luar biasa, karena di sini asalnya. Dulu ada program internasional, nah itu bisa kembali dimunculkan, agar dunia tahu," lengkap Jonathan.

 

(gpr)

 

shadow