Hot Topic Profil Partai Politik Indonesia 2014
Hot Topic Kemelut Demokrat

Politik

Tak mau asal sebut, PPP serius godok JK

Slamet Riadi

Selasa,  24 Juli 2012  −  14:38 WIB
Tak mau asal sebut, PPP serius godok JK
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus menggodok nama-nama yang akan diusung dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden 2014. Keputusan melakukan penyaringan nama itu sesuai dengan Mukernas I PPP Februari 2012 di Kediri, Jawa Timur.

Namun beberapa kalangan justru menilai PPP hanya melakukan politik pencitraan dan asal sebut nama. Tetapi tidak ada keseriusan. Menanggapi hal itu, Ketua DPP PPP Arwani Thomafi membantah. Dalam sejarah PPP, tidak ada catatan partai pernah melempar wacana tanpa melakukan tindakan nyata.

"Penyebutan nama-nama calon presiden (capres) dari PPP bukanlah main-main, apalagi ditujukan untuk kepentingan pencitraan. Itu jauh dari pikiran kami," kata Arwani saat dihubungi wartawan, Selasa (24/7/2012).

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini menambahkan, nama-nama besar yang masuk daftar Capres PPP adalah Jusuf Kalla, Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansa, Anis Baswedan, dan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali.

"Partai kami sangat menghargai aspirasi dari kader dan konstituen. Itulah kerja partai. Bukan sebaliknya, partai hanya menjadi ajang kepentingan elitnya di Jakarta," terangnya.

Ditambahkan dia, kalau ada pihak di luar PPP yang mendesak untuk mendeklarasikan nama-nama Capres PPP, sama saja berupaya melakukan intervensi ke partai berlambang kabah ini.

"Kami punya sistem dan mekanisme yang telah terbangun. Saat ini sistem tersebut tengah berjalan dan akan berujung dalam Pemilu 2014 mendatang. Pengerucutan nama-nama tersebut dalam Mukernas II PPP dan finalnya setelah mengetahui hasil Pemilu Legislatif 2014," pungkas Arwani.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Tohari meminta partai politik yang berniat mengusung Jusuf Kalla sebagai calon Presiden tidak hanya lempar wacana di media, tapi harus ada tindakan kongkrit.

"JK Tokoh besar, tokoh senior. Nama beliau jangan hanya dijadikan komoditi media massa, harus dideklarasikan secara resmi," desak Hajriyanto di DPR, Jakarta, Senin 23 Juli 2012.

 

(san)

 

shadow