Jawa Timur

Petasan kembali makan korban

Koran SINDO

Senin,  23 Juli 2012  −  09:16 WIB
Petasan kembali makan korban
foto: Dok. okezone

Sindonews.com - Baru hari pertama Ramadan berjalan, petasan telah memakan korban. Seorang bocah asal Gayungan terluka di bagian mata sebelah kanan akibat mainan yang identik dengan bulan Ramadan tersebut.

Kepala Intalasi Rawat Darurat (IRD) RSU dr Soetomo Surabaya dr Urip Murtedjo SpB-KL mengatakan korban terkena petasan pada Sabtu malam kemarin. Keluarga korban langsung membawanya ke rumah sakit.

”Kornea matanya terkena percikan petasan. Dia harus dirawat dulu,” ujarnya kemarin.

Menurut Urip, pihaknya masih menunggu perkembangan kondisi pasien terlebih dahulu. Jika ternyata kondisinya menurun, bukan tidak mungkin akan dilakukan tindakan operasi.
”Sebenarnya tidak terlalu parah.Tapi kornea yang kena bisa berbahaya,” tandasnya.

Dia memperkirakan, jumlah korban tahun ini bisa saja lebih besar dibandingkan tahun lalu. Mengingat saat ini,petasan lebih marak dimainkan oleh warga.

Karena itu, dia mengimbau agar aparat kepolisian merazia peredaran petasan dio Kota Surabaya. Pada tahun 2011 lalu,angka korban petasan sangat tinggi. Sepanjang bulan Ramadan dan Lebaran, korban terluka mencapai 24 orang. Padahal, pada tahun 2010 jumlah korban petasan di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu hanya lima orang saja.

”Tahun ini kemungkinan bisa meningkat. Kecuali ada upaya pencegahan dari aparat dan masyarakat,” kata dia.

Korban petasan paling banyak adalah mengalami blast injury atau semacam luka akibat ledakan ”kecil” petasan. Mulai dari bagian tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya. Tahun lalu ada yang terkena di area mata, namun untungnya bisa selamat dari kebutaan. Paling parah, kata Urip, tahun lalu ada bocah usia 10 tahun yang harus diamputasi satu ruas jari tangannya. Korban mengalami fingertrip berupa luka culi di ujung jari kanannya.

”Hal sepele membuat tubuh menjadi cacat. Ini sangat disayangkan,” ucapnya.

 

(azh)

 

shadow