alexa snippet

Kasus Penistaan Alquran Jangan Sampai Timbulkan Perpecahan NKRI

Kasus Penistaan Alquran Jangan Sampai Timbulkan Perpecahan NKRI
Bendera Merah Putih. Foto/Dok/SINDOnews/Ilustrasi.
A+ A-
JAKARTA - Persoalan dugaan penistaan Alquran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok dikhawatirkan memicu perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Atas dasar itu semua pihak diminta jangan mudah diadu domba.

Ketua Umum Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail mengingatkan Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Maka itu, sikap toleransi antarsesama harus dijunjung tinggi.

"Jangan sampai perbedaan itu dipertajam berusaha untuk melemparkan kebencian atau melakukan tindakan menyakiti orang lain," ujar Ahmad, Jakarta, Rabu, 23 November 2016.

Dia berharap masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi 2 Desember mendatang tetap menghormati aturan hukum yang ada. Menurutnya, aksi demonstrasi harus dilakukan dengan damai dan tertib.

“Umat Islam yang agamanya dinista harus berpikir rasional dan bersikap sesuai koridor hukum. Jangan sampai terpancing kemudian melakukan hal-hal yang tidak baik," ucapnya. (Baca: Demo 2 Desember untuk Tegakkan Keadilan, Bukan Makar)

Aksi demonstrasi jutaan umat Islam 4 November lalu dipicu adanya dugaan penistaan Alquran yang dilakukan Ahok. Aksi ini rencananya dilanjutkan pada 2 Desember mendatang.



(kur)
dibaca 7.333x
loading gif
Top