alexa snippet

Dua Tahun Jokowi-JK, Antara Janji dan Kenyataan

Dua Tahun Jokowi-JK, Antara Janji dan Kenyataan
Perayaan Kemenangan Terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Foto/Dok/SINDOnews.
A+ A-
JAKARTA - Nama Joko Widodo (Jokowi) mulai mencuat ke publik ketika menjabat Wali Kota Solo. Dia dikenal sebagai pejabat daerah yang sederhana sekaligus nasionalis melalui kampanyenya mendukung mobil rakitan putra daerah, Esemka. Kampanye mobil Esemka berhasil membawanya melanjutkan karier politik maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Popularitas Jokowi semakin melejit melalui kampanye politik blusukan ke lapisan masyarakat paling bawah. Model kampanye ini berhasil menciptakan sosok Jokowi sebagai calon pemimpin yang merakyat dan dipercaya mampu membawa aspirasi masyarakat bawah. Buktinya, model kampanye blusukan Jokowi disambut antusias masyarakat yang dianggap mau terjun membaur dengan masyarakat.

Dua Tahun Jokowi-JK, Antara Janji dan Kenyataan

Jokowi tahu betul citranya sebagai pemimpin merakyat terus melejit. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan melanjutkan impian politiknya maju sebagai calon presiden meski masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta belum berakhir.

Perhitungan politik Jokowi tidak meleset. Citra pemimpin merakyat yang dibangunnya mampu menyulap pandangan masyarakat untuk mendukungnya merebut kursi orang nomor satu di negeri ini melalui Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Citra sebagai pemimpin yang merakyat semakin tinggi dengan dibentuknya sejumlah elemen pendukung, sebut saja Relawan Jokowi, Pospera, Jasmev yang gencar menampilkan sosok Jokowi sebagai pemimpin harapan masyarakat.

Bahkan, sejumlah lembaga survei dan pengamat politik ikut menyuarakan dukungan secara tidak langsung kepada Jokowi. Mereka gencar menyosialisasikan sosok positif Jokowi, baik melalui pertemuan langsung secara terbuka maupun opini di media sosial.

Bahkan tiket politik Jokowi untuk memenuhi ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon presiden sudah dikantongi. Persyaratan calon didukung partai politik (parpol) sudah diperoleh Jokowi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura serta Partai Persatuan dan Keadilan Indonesia (PKPI).

KPU pada 31 Mei 2014 resmi mengumumkan Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Sementara lawan politiknya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Bulan Bintang (PBB). Esoknya, tanggal 1 Juni 2016 KPU kemudian mengumumkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai nomor urut 1 dan Jokowi JK nomor urut 2 melalui proses pengundian nomor urut. Sementara Partai Demokrat lebih memilih tidak mendukung kepada salah satu pasangan calon.

dibaca 27.989x
halaman ke-1 dari 4
loading gif
Top