Rawan Konflik, Pilkada Aceh Jadi Perhatian Khusus Polri

Rawan Konflik, Pilkada Aceh Jadi Perhatian Khusus Polri
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (Sindophoto)
A+ A-
JAKARTA - Pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak akan digelar pada 15 Februari 2017. Menghadapi perhelatan itu, setiap daerah membutuhkan pengamanan ekstra agar pilkada berjalan aman.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan, Aceh merupakan daerah yang rawan terjadi kerusuhan. "Aceh dalam kategori kami masuk pada relatif rawan," kata Tito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Oleh karena itu menghadapi pelaksanaan pilkada, kata dia, Polri menyiapkan Operasi Matapraja 2016 yang bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), TNI dan instansi lainnya.

"Di sana (Aceh) cukup banyak paslon (pasangan calon) dan daerah itu adalah daerah yang ada konflik, potensi konflik otomatis kita akan memberikan pengamanan ekstra di sana," tutur Tito.

Selain Aceh, DKI Jakarta juga menjadi sorotan daerah berpotensi rusuh Pilkada 2017 oleh karena itu Tito telah meminta jajarannya untuk melakukan pengaman karena Jakarta adalah barometer pemilu demokratis di Indonesia.

"Jakarta ini demokratis maka otomatis menjadi etalase bagi yang lain. Saya sangat mendorong semua pihak dan stakeholder mulai dari KPU, Panwaslu, para paslon, aparat keamanan, media dan masyarakat mendorong dan mendukung demokrasi yang betul-betul sehat di Jakarta," tutur mantan Kapolda Metro Jaya itu. 


(dam)
dibaca 2.678x
Top