alexa snippet

Cerita Muhammad Syafii Soal Doanya yang Bikin Heboh

Cerita Muhammad Syafii Soal Doanya yang Bikin Heboh
Muhammad Syafii (dpr.go.id)
A+ A-
DOA yang dibacakan Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Syafi'i pada penutupan acara pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR Selasa 16 Agustus 2016 membuat heboh publik.

Dalam doanya, Syafii banyak mengungkapkan kritik terhadap kondisi bangsa. Bahkan dia meminta para pemimpin negeri ini untuk bertobat. (Baca juga: Di Sidang Tahunan MPR, Pembaca Doa Ini Minta Pemimpin Bertobat)

Sindonews dan beberapa media lain berkesempatan mewawancarai Muhammad Syafi'i di ruang kerjanya di Lantai 21, Gedung Nusantara I, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 18 Agustus 2016. Berikut hasil wawancaranya:

Doa Anda pada penutupan acara pidato kenegaraan di Sidang Tahunana MPR membuat heboh. Bisa diceritakan bagaimana awalnya?

Jadi, kenapa saya yang baca doa‎, itu kan memang ada gilirannya. Di paripurna pertama MPR itu kan gilirannya PDIP, Pak Hamka Haq. Kemudian di paripurna DPR dengan DPD itu gilirannya Golkar Pak Mujib Rahmat, baru yang ketiga itu DPR membuka masa persidangan 1 giliran Gerindra, kebetulan pimpinan fraksi menunjuk saya sebagai pembaca doa.

Dari awal, baik kesetjenan maupun panitia di ruangan meminta saya menyiapkan konsep. Saya memang belum pernah berpidato, apalagi berdoa pakai konsep, maka saya bilang saya saja belum tahu apa yang mau saya doakan, maka saya tidak bisa membuat konsep.

Menjelang saya menuju ruangan itu pun masih datang lagi, Pak Mamun menanyakan konsep, saya bilang konsepnya enggak ada. Memang saya tidak terbiasa dengan konsep. Saya akan coba refleksi Hari Kemerdekaan 71 tahun ini dengan fakta yang ada, dan mungkin akan dilengkapi dengan situasi terakhir.

Datang ke ruang paripurna, bapak itu kembali tanya, ada konsep enggak, saya jawab enggak ada. Kira-kira bapak berdoa tentang apa, tanya dia. Saya jawab tentang kemerdekaan.

Setelah dia pergi, saya malah stres, saya mau doain apa ini. Kemudian saya menyimak Pak Akom (Ketua DPR Ade Komarudin) pidato, saya simak Presiden berpidato, baru muncul rangkaian doa yang akan saya sampaikan, itu pun masih mungkin setengahnya, 60% .

Setelah saya dipanggil ke podium, saya mulai menyampaikan yang 60% di hati saya, yang 40%-nya mengalir, nah itu langsung terkait dengan 60%itu. Bangsa ini sudah sangat menderita begitu. Situasi politik ekonomi kita sudah pada tingkat berbahaya. Muncul kesedihan yang mendadak, waktu saya mengatakan pemimpin itu saya sadar termasuk dari saya‎, saya menangis berarti saya pun belum berperan maksimal, muncul rasa itu, maka saya menangis.

Dalam doa, Anda juga mengungkapkan keprihatinan mengenai maraknya kejahatan di negeri ini. Anda juga mengatakan hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Bisa Anda jelaskan?


dibaca 106.702x
halaman ke-1 dari 3
loading gif
Top